China Mengancam, Presiden Tsai Kobarkan Api Perang Pasukan Taiwan

VIVA Militer: Presiden Republik China (Taiwan), Tsai Ing-wen
Sumber :
  • South China Morning Post (SCMP)

VIVA – Presiden Republik China (Taiwan), Tsai Ing-wen, melakukan sidak ke Pangkalan Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) Penghu Magong, Selasa 22 September 2020. Tak hanya untuk melihat pesawat baru militer Taiwan, tetapi juga mengobarkan api perlawanan terhadap Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

img_title Tertinggal dari China, Produsen Mobil Jepang Reformasi Total Waktu Pengembangan Mobil, dari 5 Tahun Menjadi 2 Tahun

Menurut laporan The Hindu yang dikutip VIVA Militer, Tsai memberikan arahan di depan ratusan pilot jet tempur Angkatan Udara Taiwan. Termasuk, dua pilot dua pesawat tempur baru buatan Taiwan, AIDC F-CK-1 Ching-kuo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski tahu bahwa kekuatan militer negaranya kalah jauh dari armada tempur tentara China, Tsai tetap bersikeras mempertahankan kedaulatan Taiwan. Tsai tak mau negaranya dicaplok dan masuk kembali dalam wilayah Republik Rakyat China (RRC), sesuai dengan ambisi Presiden China, Xi Jinping.

img_title Jembatan Ambruk di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Jenderal Maruli: Jadi Hadiah Natal dari Presiden

Tsai tetap yakin, dengan kekuatan yang dimiliki Angkatan Bersenjata Taiwan (ROC) saat ini pasukannya mampu memberikan respons terhadap agresi militer China.

"Saya tahu bahwa kita harus menghadapi provokasi Tentara Pembebasan Takyat (China) di sekitar Taiwan. Tindakan mereka mengganggu perdamaian di daerah itu. Dalam situasi tersebut, tugas setiap orang di garis depan pertahanan udara di Pengu menjadi lebih berat," ujar Tsai.

img_title Topan Champi Picu Pemadaman Listrik 146 Ribu Rumah di Taiwan

"Tetapi, saya memiliki keyakinan pada setiap individu bahwa setiap saudara dan saudari angkatan udara kita yang terlatih mampu mengangkat tanggung jawab berat ini," katanya.

Kunjungan Tsai adalah respons dari pergerakkan 37 pesawat, termasuk jet tempur dan pesawat pembom Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) di wilayah udara Selat Taiwan, Jumat 18 September 2020.

Volkswagen ID Buzz

Senjakala Produsen Mobil Eropa, Volkswagen akan Pangkas Lagi 12.000 Pekerja

Produsen mobil Eropa alami periode sulit, produsen otomotif multinasional asal Jerman, Volkswagen, berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut