Erdogan: Siapa Mau Damai, Harus Siap Perang!

VIVA Militer: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Sumber :
  • Scribd

VIVA – Peringatan 482 tahun Perang Preveza ternyata semakin membuat Recep Tayyip Erdogan semakin yakin menyatakan perang terhadap musuh-musuhnya. Romantisme kemenangan Kekaisaran Ottoman (Utsmaniyah), membuat optimis Presiden Turki untuk bisa menjaga kedaulatan negaranya.

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Dalam berita VIVA Militer sebelumnya, Erdogan menyatakan akan memperkuat armada Angkatan Laut Turki (TDK) seiring konflik sengketa wilayah dengan Yunani. Peningkatan kekuatan tempur laut tak hanya dilihat dari sengketa wilayah Laut Mediterania, tetapi juga atas pencapaian yang dilakukan pendahulunya, Laksamana Heyreddin Barbarossa di Perang Preveza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedigdayaan Laksamana Barbarossa menaklukkan armada tempur gabungan Liga Suci (Holy League) yang dibentuk Paus Paulus III (Alessandro Farnese), jadi pelajaran penting bagi Erdogan untuk menghalau ancaman dari wilayah laut. 

img_title Yunani Bersiap Hadapi Puncak Gelombang Panas 41 Derajat Celcius

Sebab seperti yang diketahui, Erdogan sangat geram saat tahu Prancis di bawah komando Presiden Emmanuel Macron mendukung Yunani. Bahkan, Macron memberi perintah pengerahan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle dengan status siap memerangi Turki.

VIVA Militer: Armada laut militer Turki

img_title Turki Masukkan PM Israel Benjamin Netanyahu Daftar Buronan Interpol

Selain memastikan akan meningkatkan kekuatan tempur lautnya, Erdogan juga memberikan pernyataan tersirat soal kesiapan Turki menghadapi perang. Bagi Erdogan, menjaga perdamaian adalah hal penting. Akan tetapi, menjaga kedaulatan Turki tak kalah penting.

Oleh sebab itu, Erdogan menegaskan bahwa negara mana pun yang menginginkan perdamaian di sisi lainnya harus punya kesiapan dan kekuatan untuk menghadapi peperangan.

"Kami mengikuti nasihat nenek moyang kami, jika kami ingi menjaga perdamaian, kami harus bersiap untuk perang. Kami melengkapi angkatan laut dan seluruh tentara kami untuk menjaga perdamaian dan keamanan di negara kami, wilayah kami dan seluruh dunia," ucap Erdogan dikutip VIVA Militer dari Orthodox Times.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turki dan Yunani terjerumus dalam konflik sengketa wilayah, di kawasan Laut Aegea. Yunani mengklaim pengerahan kapal riset Oruc Reis Turki melanggar kedaulatannya. Sementara, Erdogan menganggap bahwa wilayah perairan itu masih masuk dalam teritorial Turki.

Baca juga: China Anggap Taiwan Culun Meski Punya Armada F-16 Terbesar di Asia

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VIVA.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut