Tentara Sableng Jadi Germo, Padahal Masih Terikat Tugas Militer

VIVA Militer: Tracy Lauren Marrow
Sumber :
  • atlantablackstar.com

VIVA – Sudah seharusnya seorang prajurit militer memiliki sikap yang disiplin, loyal dan berdedikasi tinggi menjalan tugas negara. Akan tetapi, hal tersebut tak dimiliki oleh Tracy Lauren Marrow alias Ice-T, seorang rapper yang pernah berdinas di Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).

img_title Peretasan Bursa Kripto Binance Senilai Rp114,17 Triliun, Trump: Kami Cermati!

Dikutip VIVA Militer dari Loudwire, Ice-T adalah penyanyi rap ternama Amerika Serikat (AS) yang menggagas terbentuknya band heavy metal peraih Grammy Award, Body Count.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lahir di Newark, New Jersey, 16 Februari 1958, Ice-T ternyata pernah memiliki karier singkat di dunia militer. Tepatnya pada Oktober 1977, Ice-T mendaftarkan diri untuk menjadi anggota Angkatan Darat AS. Hal ini dilakukan untuk menghidupi putrinya yang baru lahir.

img_title Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Presiden Brasil yang Sah

Perlu diketahui, semasa muda hidup Ice-T sangat sulit. Setelah kematian sang ayah, ia hanya mengandalkan tunjangan jaminan sosial. Oleh sebab itu, Ice-T pernah menjadi pencuri dan pengedar ganja untuk mencukupi kebutuhannya.

Photo :
  • rollingstone.com

img_title Kabur usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Dapat Visa AS

Setelah menempuh pendidikan dasar, Ice-T pun dilantik menjadi tamtama militer Amerika. Setelah masuk ke dunia militer, Ice-T bertugas di Divisi Infanteri ke-25 Angkatan Darat AS yang berbasis di Schofield Barracks, Hawaii.

Divisi Infanteri ke-25 adalah salah satu dari 104 divisi infanteri yang dimiliki oleh Angkatan Darat AS. Divisi Infanteri ke-25 adalah pasukan yang memiliki kemampuan untuk melakukan serangan dari penerjunan (para troops), dan menghadapi pertempuran hutan tropis.

Sayang, karier Ice-T sebagai seorang tentara Amerika tidak berjalan mulus. Ice-T sempat terlibat lagi dalam kasus pencurian. Setelah itu, Ice-T sebenarnya sempat dipercaya untuk menjadi komandan regu di Divisi Infanteri ke-25. Sayang, lagi-lagi Ice-T terlibat kasus kriminal. 

Suatu ketika, Ice-T bertemu dengan seorang germo bernama Mac. Tak perlu waktu lama, Ice-T dan Mac langsung klop dan menjadi sahabat dekat. Ice-T menceritakan hidupnya kepada Mac, hingga sang sahabat tahu bahwa ia memerlukan uang untuk menghidupi anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Photo :
  • toni-gunner.com

Siapa sangka, Mac pun mengajari Ice-T bagaimana menjadi seorang germo di tempat prostitusi. Aksi indisipliner Ice-T ini pun tercium oleh Polisi Militer AS. Hukuman penjara militer pun harus dijalaninya selama dua tahun dua bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut