Ini Tampang Horor Kolonel Dalang Kudeta Militer Guinea

VIVA Militer: Kudeta Militer Guinea di ibukota Conakry
Sumber :
  • Market Research Telecast

VIVA – Kudeta militer meletus di Republik Guinea sebagai bentuk perlawanan anti-Presiden Alpha Conde. Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Republik Guinea, Kolonel Mamady Doumbouya, menjadi sosok sentral penggulingan kekuasaan di negara Afrika Barat itu.

img_title Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari New York Times, sejumlah anggota Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Republik Guinea melancarkan serangan ke Istana Presiden Guinea di ibukota, Conakry, Minggu 5 September 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kemampuan tempur yang tinggi, mudah bagi Doumbouya dan pasukannya menguasai Istana Presiden Guinea dengan mudah.

img_title Prancis Bersiap Hadapi Gelombang Demonstrasi Baru, Macron Perketat Pengamanan

Sejumlah video yang menunjukkan Presiden Alpga Conde disandera oleh pasukan Doumbouya pun beredar, di sejumlah platform media sosial. Lantas, siapakah sosok Doumbouya sang dalang Kudeta Militer Guinea.

Dalam data yang diperoleh VIVA Militer dari Nation Africa, Doumbouya adalah seorang prajurit Angkatan Bersenjata Republik Guinea, yang sebelumnya mengabdi sebagai legiun Prancis.

img_title Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan

VIVA Militer: Komandan Pasukan Khusus Guinea, Kolonel Mamady Doumbouya

Photo :
  • Youtube

Setelah mendapatkan pendidikan dari militer Prancis, Doumbouya kembali ke kampung halamannya dan dipercaya Presiden Alpha Conde sebagai Komandan Pasukan Khusus militer Guinea.

Tak hanya di Prancis, Doumbouya juga pernah menempuh pendidikan militer di sejumlah negara. Salah satunya, di Amerika Serikat (AS). Bagi Doumbouya, tindakan yang dilakukannya adalah bentuk pengabdiannya kepada negara.

Doumbouya yakin, Kudeta Militer Guinea adalah pengorbanan yang dilakukan demi kepentingan rakyat. Doumbouya menganggap Conde tak becus memimpin Guinea. 

Tudingan adanya sederet kasus korupsi dan keputusan Conde mengubah konstitusi dengan tujuan agar terpilih lagi di Pemilihan Umum Presiden Republik Guinea, jadi faktor utama Kudeta Militer Guinea pecah.

"Personalisasi kehidupan politik sudah berakhir. Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang, kami akan mempercayakannya kepada rakyat," tegas Doumbouya dalam siaran televisi nasional usai berhasil menduduki Istana Presiden Guinea.

VIVA Militer: Komandan Pasukan Khusus Guinea, Kolonel Mamady Doumbouya

Photo :
  • France 24

"Tugas seorang prajurit adalah menyelamatkan negara," ujar Doumbouya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat tindakannya, Doumbouya jelas akan mendapat masalah serius. Pasalnya, Nigeria sebagai negara terkuat di kawasan Afrika Barat menantang keras tindakan Doumbouya dan pasukannya. 

"Pemerintah Nigeria menyatakan kesedihan dengan kudeta yang terjadi di Republik Guinea, yang jelas-jelas melanggar Protokol ECOWAS (Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat) tentang demokrasi dan pemerintahan yang baik," bunyi pernyataan Kementerian Nigeria.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut