5 Tahun Sakit Hingga Dicerai Suami, Dalam Perut Tentara Ini Ada Handuk

VIVA Militer: Benda di perut Angie Perry
Sumber :

VIVA – Ada kisah mengerikan dialami seorang prajurit wanita militer Angkatan Darat Amerika Serikat, usai melahirkan di pangkalan militer di Tokyo, Jepang.

img_title Modus TPPO Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Kontrak Rp 620 Juta-Gaji Rp 50 Juta per Bulan

Jadi, tentara wanita bernama Anggie Perry itu mendadak mengalami penyakit aneh selama bertahun-tahun usai menjalani operasi caesar kelahiran bayinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lima tahun dia menderita sakit yang luar biasa. Puluhan dokter telah ditemuinya Namun tak ada yang bisa menyembuhkannya.  Sampai-sampai dia diceraikan suaminya karena dianggap mengalami kelainan jiwa. Tapi akhirnya penyebab penyakit misterius itu ditemukan. Ternyata dari hasil CT Scan di dalam perut Perry ditemukan handuk medis.

img_title Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Hanya Dilatih Sebulan Sebelum Turun ke Medan Perang

Seperti dikisahkan Perry kepada SS dilansir VIVA Militer, Jumat 22 Oktober 2021, jadi awalnya pada 2013, Perry diantar suaminya yang juga seorang prajurit militer Amerika Serikat ke Pangkalan Udara Yokota di Tokyo barat.

VIVA Militer: Angie Perry

Photo :

img_title Seorang WNI Jadi Tentara Rusia Tewas Bertempur di Ukraina, Kemlu: KBRI Moskow sedang Melakukan Pendalaman

Tujuan mereka untuk menjalani operasi caesar. Memang saat itu terjadi ketegangan, operasi berlangsung tak normal sebab terjadi pendarahan. Walau begitu proses kelahiran berjalan lancar, Perry dan bayinya selamat.

"Pada satu titik, ahli bedah tidak dapat menghentikan pendarahan dan keadaan menjadi sedikit panik di ruang operasi di mana para perawat memohon kepada ahli bedah untuk membiarkan mereka pergi dan meminta ahli bedah lain untuk datang dan membantu," kata Perry.

Petaka pun datang setelah pulang dari menjalani penanganan medis. Perry mulai mengalami rasa sakit yang luar biasa, hingga setiap hari harus memakai popok.

VIVA Militer: Benda di perut Angie Perry

Photo :

"Saya bertengkar dengan suami saya karena dia sangat marah dan percaya saya berubah menjadi hipokondria," katanya.

Selama bertugas di Jepang, ada 27 dokter yang ditemuinya. Sayangnya semuanya gagal mendeteksi penyakit menyiksa itu. Sampai akhirnya Perry kembali ke Amerika dan pada 2018 di Washington dia memeriksa kondisi ke dokter dan barulah terungkap penyebab penyakitnya adalah potongan handuk laparatomi, handuk yang biasa digunakan tim medis dalam tindakan pembedahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena sadar telah menjadi korban mallpraktik, Perry akhirnya mengajukan tuntutan 1 juta Dollar Amerika Serikat. Namun, pihak Angkatan Udara menegonya dengan ganti rugi sebesar 50 ribu Dollar Amerika Serikat.

Baca: Militer Yaman Ngamuk, Kerajaan Arab Saudi Dibombardir Rudal Balistik

Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah (tengah)

Fakta Mengejutkan Kasus TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Korban Ada Eks Anggota TNI-Polri

Polisi mengungkap, para korban TPPO tidak ditawari secara eksplisit sebagai tentara bayaran Rusia, tetapi untuk pekerjaan lain, seperti pekerja logistik.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut