Amerika dan NATO Bawa Dunia dalam Bahaya Perang Nuklir

VIVA Militer: Ilustrasi ledakan senjata nuklir
Sumber :
  • The Conversation

VIVA – Kemungkinan meletusnya Perang Rusia-Ukraina semakin besar, menyusul terus meningkatnya aktivitas militer di sepanjang perbatasan kedua negara. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan sektunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), memastikan bakal campur tangan jika sampai Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

img_title Donald Trump Disebut Bakal Tak Berkutik, Rakyat AS Datangi TPS Salurkan Suara untuk Pemilu Sela

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari New York Post, saat ini sudah ada sekitar 150 ribu personel militer Rusia yang dikerahkan ke perbatasan. Pun dengan militer Ukraina, yang juga sudah menyiagakan tak hanya pasukan, tetapi juga sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guna meredakan ketegangan, AS dan Rusia mengadakan pertemuan untuk membahas masalah tersebut. Berlangsung di Jenewa, Swiss dan Brussels, Belgia, negosiasi AS dan Rusia nyatanya sama sekali tak membuahkan hasil.

img_title Yusril Buka Suara soal Maraknya WNI Jadi Tentara Rusia, Ingatkan Hal Ini

AS dan NATO kerap memastikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh Ukraina, dalam menghadapi setiap kemungkinan invasi Rusia. Akan tetapi di sisi lain, muncul tudingan bahwa sikap AS dan NATO lah yang justru jadi biang kekacauan.

Pendapat itu dikemukakan oleh anggota Senat AS dari Institut Schiller, Richard Black. Black menegaskan, aksi AS dan NATO menempatkan sejumlah senjata berkemampuan nuklir di perbatasan Rusia, hanya akan membawa dunia dalam bahaya perang nuklir.

img_title Rentan, Eropa Hadapi Musim Dingin dengan Cadangan Gas Terendah dalam 15 Tahun

VIVA Militer: Rudal balistik nuklir Angkatan Bersenjata Rusia (VSRF)

Photo :
  • Missile Defense Advocacy Alliance

Cara Amerika sebagai pimpinan NATO, dinilai Black harus diubah. Dalam pandangannya, Amerika seharusnya bisa menempuh jalan lain dalam menyelesaikan permasalahan, tanpa harus mengedepankan konfrontasi bersenjata.

"Apa yang telah dilakukan NATO dan AS pada pekan ini adalah untuk membawa dunia lebih dekat ke ambang perang nuklir, dengan bersikeras melanjutkan penempatan senjata dengan kemampuan serangan nuklir. Tidak hanya dekat, tetapi di perbatasan Rusia," ujar Black.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang dibutuhkan adalah arsitektur keamanan dunia baru, yang menjamin keamanan semua negara termasuk Rusia dan Amerika Serikat. Barat harus melepaskan fantasi kekerasannya, untuk memenangkan Rusia dan China," katanya.

Menurut Black, ketegangan antara AS-Rusia atau AS-China hanya bisa diselesaikan dengan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Peningkatan hubungan ekonomi antara timur dan barat patut diupayakan, untuk meningkatkan produktivitas semua negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut