NATO Anggap Rusia Sudah Kalah Perang

VIVA Militer: Prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina melempar bom molotov
Sumber :
  • nypost.com

VIVA – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menganggap Rusia telah kalah dalam perang di Ukraina. Fakta bahwa pasukan Negeri Beruang Merah belum mampu merebut dan menguasai ibukota, Kiev, adalah bukti kegagalan Rusia.

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari The Times of Israel, seorang anggota intelijen Amerika Serikat (AS) yang tak disebutkan namanya, memberikan pernyatan bahwa 20 persen pasukan Angkatan Bersenjata Rusia (VSRF) telah tewas di Ukraina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

NATO memperkirakan tentara Rusia yang tewas mencapai 7.000 hingga 15.000 orang. Kematian para tentara adalah harga mahal yang harus dibayar. Sementara hingga hari ke-28 invasi Rusia ke Ukraina, Kiev masih belum bisa dikuasai.

img_title OPEC+ Tahan Produksi Minyak November, Rusia dan Saudi Sepakat Tak Tambah Pasokan

"Mereka terhenti di Kiev. Mereka terhenti di Kharkiv. Mereka terhenti di Chernihiv," ucap intelijen AS yang juga merupakan pejabat senior NATO dilansir VIVA Militer dari Voice of America.

"Saya tidak tahu apakah Anda bisa melangkah sejauh ini (untuk mengatakan) itu sebuah kebuntuan. Tetapi jelas bahwa setelah satu bulan, Rusia hampir tidak bisa mencapai tujuan strategis mereka," katanya.

img_title Zelenskyy Sebut Putin Bakal Bikin Ukraina Makin 'Mencekam' Jelang Pemilu AS, Ada Apa?

VIVA Militer: Bangkai kendaraan lapis baja militer Rusia di Ukraina

Photo :
  • forbes.com

Meski demikian, Presiden Rusia, Vladimir Putin, diyakini tak akan begitu saja menyerah. Putin diprediksi tak akan menarik mundur pasukannya, dan akan mengubah taktik dan melakukan tindakan yang lebih brutal.

Pejabat senior NATO melihat jika serangan rudal dan artileri berat militer Rusia ke Mariupol, adalah bukti kebrutalan. Ia menganggap Rusia menggunakan taktik klasik di Perang Dunia II, yang akan menghujani kota vital untuk membuat musuh tunduk. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka mencapai lebih banyak hasil di selatan. Tetapi, harga yang harus dibayar benar-benar mengerikan. Apa yang dilakukan (Rusia) adalah Perang Dunia II, dengan teknik berusia 70 tahun," ujar pejabat NATO melanjutkan.

"Untuk mencapai tindakan ekstrem ini, Anda harus terpojok dan terdorong untuk melanggar semua aturan moral manusia dan melakukan kebrutalan seperti itu," katanya.

Ilustrasi Penelitian Ilmiah

Fakta-Fakta Kematian Misterius Pekerja Lab Rusia, Hampir 200 Orang Dipantau

Kematian misterius pekerja perempuan di laboratorium Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia, akibat 'pneumonia yang belum diketahu penyebabnya jadi sorotan

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut