Jenderal Muslim Chechnya Sebut Presiden Ukraina Seorang Pemuja Setan

VIVA Militer: Kepala Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov
VIVA Militer: Kepala Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov
Sumber :
  • Instagram/@novost_russia

VIVA – Kepala Republik Chechnya, Letnan Jenderal Ramzan Kadyrov, memastikan pihaknya akan terus mendukung Rusia dalam perang di Ukraina. Kadyrov menegaskan, siapapun yang berani mengusik Rusia akan berhadapan juga dengan pasukannya.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Chechnya, Grozny Inform, Kadyrov baru saja mengirim 600 pasukan tambahan ke Ukraina awal pekan ini.

Pengerahan kembali pasukan muslim Chechnya ditegaskan Kadyrov adalah bentuk dukungan penuh terhadap Rusia.

Sebagai warga negara Rusia, Kadyrov memastikan bahwa ia dan pasukannya memiliki tanggung jawan untuk menghentikan teror yang dilakukan oleh pasukan militer Ukraina di wilayah Donbas.

"Saya tahu bahwa setiap orang yang 'menggonggong' Rusia hari ini hanya mengerti bahasa perang. Bahasa ini sudah kami kenal sejak kecil. Kami bisa menyanyi dan menari di atasnya," ujar Kadyrov.

VIVA Militer: Pasukan khusus Republik Chechnya

VIVA Militer: Pasukan khusus Republik Chechnya

Photo :
  • kiratas.com

"Siang malam kami belajar bertarung bukan untuk membunuh, tetapi untuk membela diri. Kami percaya bahwa melindungi orang lain adalah tugas semua orang," katanya.

Tak hanya itu, Kadyrov juga menuding Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, para pejabat negara tersebut dan negara-negara Barat yang memberikan dukungan adalah pemuja setan.

Pernyataan ini terlontar dari mulut pria 45 tahun itu,  lantaran Ukraina dan negara-negara Barat dianggap telah banyak melakukan tindakan intimidasi terhadap Islam.

Oleh sebab itu, Kadyrov mengancam akan terus mengerahkan pasukannya untuk memberikan hukuman setimpal bagi Ukraina.

"Para pemuja setan ini menulis hal-hal yang tidak bisa dimaafkan tentang Yang Maha Kuasa, nabi dan orang-orang yang dihormati. Karena itu, kami memiliki banyak sukarelawan di negeri ini. Semua orang ingin mendekati dan menghukum Anda," ucap Kadyrov.