Mossad Israel Sabotase Operasi Rahasia Militer Iran

VIVA Militer: Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett
Sumber :
  • independent.co.uk

VIVA – Angin kemenangan sepertinya tengah berhembus ke Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Badan Intelijen Israel (Mossad). Bagaimana tidak, kolaborasi militer dan intelijen Israel berhasil menggagalkan operasi rahasia intelijen Iran.

img_title Diolok-olok Negara Lain soal Karhutla, Prabowo akan Buka Data Perusahaan Asing: Cabut Izinnya!

Mantan Wakil Presiden Iran, Mohammad Ali Abtahi, adalah tokoh penting yang mengakui keberhasilan operasi militer dan intelijen Israel. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Abtahi meyakini betul tindakan kontra-intelijen Israel mampu bergerak senyap dan masuk ke lingkar terdalam keamanan Iran. Menurut Abtahi, banyaknya tindak pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat militer dan pertahanan Iran jadi salah satu penyebabnya.

img_title Prabowo sebut Karhutla Tak Semata Disebabkan Faktor Alam: Saya Minta Intelijen Selidiki Korporasi

"Pelanggaran keamanan di dalam Iran dan cakupan operasi yang luas oleh Israel benar-benar telah merusak organisasi intelijen kami yang paling kuat," ujar Abtahi. 

VIVA Militer: Jenazah Kolonel Sayyad Hassan Khodaei

Photo :
  • en.isna.ir

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

"Kekuatan keamanan kami selalu menjadi landasan Republik Islam, dan telah rusak pada tahun lalu," dikutip VIVA Militer dari The Times of Israel.

Sederet bukti kegagalan operasi intelijen Iran bisa dilihat dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Dimulai dari pembunuhan perwira satuan elite Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Kolonel Hassan Sayyad Khodaei, 22 Mei 2022.

Khodaei dibunuh di depan rumahnya di Teheran, oleh dua orang yang diyakini mendapat perintah dari Israel. Lima luka tembak membuat Khodaei tewas seketika. Perwira 49 tahun itu jadi sasaran pembunuhan, setelah dituding tengah merancang upaya plot di Israel.

Kemudian pada 23 Juni 2022, sejumlah agen intelijen Iran yang tengah menjalankan misi di Ankara, Turki, juga berhasil digagalkan Mossad. 

VIVA Militer: Brigadir Jenderal Ali Nasiri

Photo :
  • Twitter/@DonKlericuzio

10 orang agen intelijen Israel yang kabarnya ditugaskan membunuh mantan Duta Besar Israel untuk Turki dan istrinya, diamankan Mossad.

Belum berhenti sampai di situ, Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran, Hossein Taeb, akhirnya dicopot. Taeb dianggap gagal menjalankan tugasnya setelah 12 tahun memegang jabatan tersebut, usai tewasnya sejumlah perwira IRGC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang terbaru, seorang perwira tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran juga ditangkap atas tuduhan mata-mata. Adalah Kepala Unit Perlindungan Informasi IRGC, Brigadir Jenderal Ali Nasiri, yang diamankan otoritas Iran karena terbukti menjadi spionase Israel.

Nasiri yang juga pernah menduduki posisi Wakil Kepala Unit Kontra-Intelijen IRGC, sempat melarikan diri dan membawa kabur sejumlah dokumen program nuklir Iran.

Ilustrasi bendera Israel.

4 Negara Kompak Bilang Israel Biang Kerok Ketidakstabilan Timur Tengah

Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan bahwa pendudukan Israel menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan dan sekitarnya

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut