Pasukan Ukraina Klaim Bantai 200 Tentara Rusia di Semua Front

VIVA Militer: Bangkai tank militer Rusia di wilayah Kiev, Ukraina
VIVA Militer: Bangkai tank militer Rusia di wilayah Kiev, Ukraina
Sumber :
  • scmp.com

VIVA – Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) merilis data kerugian militer Rusia, dalam pertempuran 24 jam terakhir di seluruh front. Militer Ukraina mengklaim telah membunuh ratusan tentara Rusia, dan lebih dari dua lusin kendaran lapis baja milik militer Rusia, Kamis 11 Agustus 2022.

Dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Ukraina, Interfax-Ukraine, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina memastikan ada 200 tentara Rusia yang tewas dalam perang di semua front sejak Rabu 10 Agustus 2022.

Tak hanya itu, militer Ukraina juga menyebut telah menghancurkan 28 kendaraan lapis baja, yang terdiri atas 14 tank dan 14 kendaraan tempur infanteri lapis baja, milik Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF).

"Pejuang Ukraina melenyapkan 200 penjajah (Rusia) di hari terakhir. 14 tank, 14 kendaraan lapis baja dan satu sistem pertahanan udara musuh juga dihancurkan," bunyi pernyataan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

VIVA Militer: Mayat tentara Rusia tergeletak di wilayah Ukraina

VIVA Militer: Mayat tentara Rusia tergeletak di wilayah Ukraina

Photo :
  • nypost.com

Kemudian, militer Ukraina juga memastikan jika pasukannya telah menghabisi 43.200 pasukan militer Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022. 1.846 dan 4.100 unit kendaraan tempur lapis baja, dan 232 jet tempur Rusia juga dikatakan militer Ukraina telah dihancurkan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sudah menerima laporan tersebut. Zelensky mengatakan, jika Rusia tidak mempercayai setiap data yang dirilis oleh militer Ukraina, makan pasukannya akan terus membunuh setiap tentara Rusia hingga pemerinta Vladimir Putin percaya.

Zelensky juga yakin, semakin banyak tentara dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) militer Rusia yang dihancurkan, semakin memuat perang cepat berakhir.

"Jika hampir 43.000 tentara Rusia yang tewas tidak meyakinkan kepemimpinan Rusia, mereka perlu menemukan jalan keluar dari perang. Maka lebih banyak pertempuran diperlukan, lebih banyak hasil diperlukan untuk meyakinkan," ujar Zelensky.