Komandan Pasukan Neo-Nazi Ukraina Lenyap, Ternyata Diseret ke Rusia

VIVA Militer: Komandan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denys Prokopenko
VIVA Militer: Komandan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denys Prokopenko
Sumber :
  • Youtube

VIVA – Komandan pasukan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denys Prokopenko, sempat dikabarkan lenyap di medan pertempuran. Akan tetapi informasi terbaru menyebut, perwira berusia 26 tahun itu telah diseret ke Rusia.

Kabar ini disampaikan oleh istrik Prokopenko, Kateryna Prokopenko. Kateryna mengatakan jika ia mengetahui Prokopenko telah dibawa ke Rusia, dari publikasi media Rusia.

Kateryna meyakini jika pasukan militer Rusia sengaja menyembunyikan keberadaan para prajurit dan perwira Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU), terutama dari Batalyon Azov yang berhaluan Neo-Nazi.

"Saya hanya mengetahui bahwa dia (Prokopenko) dibawa ke Rusia. Dan secara umum, ini belum dikonfirmasi. Saya tahu keberadaan Denys melalui media Rusia," ucap Kateryna.

VIVA Militer: Komandan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denys Prokopenko

VIVA Militer: Komandan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denys Prokopenko

Photo :
  • Youtube

"Saya mengerti bahwa Rusia saat ini telah menyembunyikan staf komando (Batalyon Azov) prajurit dan perwira lainnya. Dan, tidak mengungkapkan keberadaan di mana mereka," katanya dikutip VIVA Militer dari Pravda.

Yang sangat disayangkan, Kateryna justru belum menerima informasi ini dari pemerintah dan Palang Merah Ukraina. Padahal di sisi lain, Kateryna berharap jika instansi pemerintah termasuk militer Ukraina bisa mengetahui keberadaan suaminya.

Tak terkecuali kepada Palang Merah Ukraina, yang menurut Kateryna seharusnya langsung melakukan kontak kepada Palang Merah Rusia untuk berkoordinasi. 

"Instansi pemerintah belum mengonfirmasi secara pasti kepada saya. Karena, sulit memberikan konfirmasi apa pun di sini," ujar Katerina melanjutkan.

"Pada dasarnya, tugas Palang Merah untuk menjawab saya. Tetapi saya masih tidak tahu di mana suami saya. Bahkan jika dia berada di Rusia, seharusnya ada komunikasi dengan Palang Merah cabang Moskow," katanya.