Rusia Libas 3 Front Tempur, 150 Tentara Bayaran Ukraina Jadi Mayat

VIVA Militer: Tumpukan mayat tentara bayaran Ukraina
VIVA Militer: Tumpukan mayat tentara bayaran Ukraina
Sumber :
  • Twitter/@StateOfUkraine

VIVA – Militer Rusia kembali menggunakan rudal kendali presisi tinggi untuk menghancurkan basis pasukan Ukraina. Tak terkecuali pangkalan tentara bayaran asing yang terletak di kota Kharkiv, Oblast (Provinsi) Kharkiv, berhasi dieliminasi pasukan Rusia, Kamis 18 Agustus 2022.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan Angkatan Udara Rusia (VVS) ke basis militer Ukraina dan tentara bayaran asing, yang terletak di sebuah kompleks bangunan di Kharkiv.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Letnan Jenderal Igor Konashenkov, memastikan ada lebih dari 90 tentara bayaran Ukraina yang tewas dalam serangan mematikan itu.

"Pangkalan sementara tentara bayaran asing di kota Kharkiv dihantam dengan senjata (rudal) presisi tinggi berbasis darat. Lebih dari 90 tentara bayaran tewas," ujar Konashenkov dikutip VIVA Militer dari Russia Today.

Tak hanya itu, militer Rusia juga melancarkan serangan udara di Oblast Kherson dan Mykolaiv. 

Usai mengetahui keberadaan ratusan tentara Ukraina dan puluhan unit alat utama sistem persenjataan (alutsista), militer Rusia langsung menghujani pangkalan itu dengan rudal.

Dalam serangan di Mykolaiv, 80 tentara Ukraina dipastikan tewas dan melukai 50 orang lainnya. Sejumlah kendaraan tempur lapis baja juga berhasil dihancurkan.

"Angkatan Udara Rusia juga menyerang tenaga kerja Ukraina dan perangkat keras militer di Kherson dan Mykolaiv. Menghilangkan 80 kombatan dan melukai 50 orang lainnya," kata Konashenkov melanjutkan.

Konashenkov memastikan, tentara bayaran asing yang berperang mendukung militer Ukraina tidak dipandang Rusia sebagai pejuang yang dilindungi hukum internasional. 

Oleh sebab itu, jika sampai tertangkap maka hukuman mati bukan tak mungkin akan dijatuhkan.

"Hal terbaik yang menunggu mereka jika tertangkap hidup-hidup adalah percobaan dan hukuman penjara maksimum," ucap Konashenkov.