5 Pentolan Pasukan Neo-Nazi Ukraina Segera Masuk Turki

VIVA Militer: Pasukan Resimen Azov, unit Neo-Nazi Ukraina
VIVA Militer: Pasukan Resimen Azov, unit Neo-Nazi Ukraina
Sumber :
  • aif.ru

VIVA – Pembebasan ratusan tentara Ukraina dari tahanan militer Rusia, tengah menjadi sorotan. Diantara tahanan perang Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) yang dilepas adalah lima orang komandan pasukan Neo-Nazi Ukraina anggota Resimen Azov.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 22 September 2022, sebanyak 215 prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) dibebaskan pasukan Rusia. Pembebasan para Tahanan Perang (POW) Ukraina adalah langkah yang diambil untuk menebus politisi pro-Rusia, Viktor Medvedchuk.

Medvedchuk adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ukraina, yang dicap sebagai pengkhianat. Pria 68 tahun itu diringkus agen Dinas Intelijen Ukraina (SSU) pada April 2022 lalu.

Setelah menerima 215 prajuritnya, militer Ukraina juga melepas 55 orang tentara Rusia yang di dalamnya ada pula anggota milisi pemberontak pro-Rusia Republik Rakyat Donetsk. Proses pertukaran tahanan dilakukan di Oblast (Provinsi) Chernihiv, Ukraina, Selasa 21 September 2022.

VIVA Militer: Tentara Neo-Nazi Ukraina jadi tahanan perang Rusia

VIVA Militer: Tentara Neo-Nazi Ukraina jadi tahanan perang Rusia

Photo :
  • ukrinform.net

Prosesi pertukaran tahanan perang juga dikonfirmasi oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Zelensky menyatakan ada lima orang komandan Resimen Azov, yang akan dikirim ke Turki. Kelima pentolan pasukan Neo-Nazi Ukraina akan menetap di Turki, hingga perang berakhir.

"Kami sepakat bahwa lima komandan Azov yang dibebaskan akan tinggal dalam kondisi nyaman di Turki, sampai akhir perang dan akan dapat melihat keluarga mereka," ucap Zelensky dikutip VIVA Militer dari Russia Today.

Pengiriman perwira Resimen Azov tak lepas dari tawaran yang datang langsung dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Erdogan berjanji akan memberikan perlindungan kepada lima komandan Resimen Azov Garda Nasional Ukraina, yang sebelumnya ditangkap di pabrik baja Azovstal.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, juga mengonfirmasi ada lima orang warga negaranya yang ikut dibebaskan dalam proses pertukaran itu. Dua orang tentara Inggris lainnya dikabarjan menjalani hukuman di Republik Rakyat Donetsk (DPR), salah satunya dihukum mati.