Junta Militer Myanmar Gembol Banyak Duit dari Bandar Heroin?

VIVA Militer: Barang bukti karung heroin di Myanmar
Sumber :
  • bangkokpost.com

VIVA – Sebuah kabar mengejutkan datang dari junta militer Myanmar, yang menjadi sorotan usai melonjaknya produksi heroin. Tak cuma kultivasi, luas ladang hingga nilai jualnya pun mencapai jutaan dolar.

img_title AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari TRT World, pengedaran heroin di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara bahkan hingga Australia, jadi yang terbesar kedua setelah Afghanistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direbutnya kekuatan oleh Angkatan Bersenjata Myanmar (Tatmadaw) di bawah komando Jenderal Min Aung Hlaing pada Februari 2021, dianggap sebagai awal mula menumpuknya opium.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

Di bawah pemerintahan junta, para petani opium dan bandar heroin mendapat keuntungan besar. Hal ini bertolak belakang dengan kebijakan saat Aung San Kyi dan Partai Liga Demokrasi Myanmar berkuasa.

VIVA Militer: Kudeta militer Myanmar Februari 2021

Photo :
  • ndtv.com

img_title Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: 2 Laga Digelar, Timnas Indonesia Kapan Main?

Penanaman opium di Myanmar yang dikuasai junta dilaporkan telah meroket hingga 33 persen pada tahun 2022. Dengan proporsi itu, nilai opium sebagai bahan dasar heroin mencalai U$2 miliar, atau setara dengan Rp29,9 triliun.

"Pertumbuhan itu terhubung langsung dengan gejolak politik dan ekonomi di Myanmar sejak militer mengambil alih kekuasaan dalam kudeta hampir dua tahun lalu," ujar Jeremy Douglas, pejabat Kantor Persatuan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan.

Douglas yakin faktor utama meningkatnya peredaran heroin dari Myanmar disebabkan oleh faktor ekonomi dan keamanan. Para petani opium mengalami kesulitan finansial yang parah, sehingga kembali menanam tanaman terlarang itu terlarang itu 

"Gangguan ekonomi, keamanan, dan tata kelola yang mengikuti pengambilalihan militer pada Februari 2021 telah menyatu. Para petani di daerah terpencil yang seringkali rawan konflik hanya memiliki sedikit pilihan selain kembali ke opium," kata Douglas.

VIVA Militer: Jenderal Min Aung Hlaing

Photo :
  • aa.com.tr

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu Manajer UNOCD Myanmar, Benedikt Hofmann, yakin jika negara mengambil langkah konkret dalam penyelesaian krisis ekonomi, maka peredaran heroin akan terus meningkat.

"Tanpa alternatif dan stabilitas ekonomi, sembunyi dan produksi opium kemungkinan akan terus berkembang," ucap Hofmann dilansir VIVA Militer dari Deutsche Welle.

PM Thailand Anutin Charnvirakul

Thailand Tutup Perbatasan dengan Myanmar Selama 7 Hari, Situasi Makin Memanas!

Thailand menutup jalur perbatasan tidak resmi dengan Myanmar selama tujuh hari setelah serangan drone dan bentrokan memicu ketegangan di wilayah perbatasan.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut