Putin: Tentara Ukraina Harus Diperlakukan Seperti Teroris!

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF)
Sumber :
  • Russian Ministry of Defense

VIVA – Kedatangan Vladimir Putin ke garis depan Oblast (Provinsi) Kursk, tak hanya sekedar meninjau pasukan militer Rusia. Tetapi juga, menegaskan sikapnya terhadap seluruh tentara Ukraina yang menjadi tahanan perang (PoW).

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Putin tiba di Kursk bersama Kepala Staf Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF), Jenderal Valery Gerasimov. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedatangan orang nomor satu Negeri Beruang Merah sesaat setelah pasukannya merebut kembali kota Sudzha, dari cengkraman milirer Ukraina.

img_title OPEC+ Tahan Produksi Minyak November, Rusia dan Saudi Sepakat Tak Tambah Pasokan

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Gerasimov mengungkap jika mental pasukan Ukraina di Kursk sudah hancur dan memilih untuk menyerah. 

VIVA Militer: Presiden Rusia, Vladimir Putin

Photo :
  • X/@rusembnz

img_title Zelenskyy Sebut Putin Bakal Bikin Ukraina Makin 'Mencekam' Jelang Pemilu AS, Ada Apa?

Gerasimov menyebut, sekitar 430 orang tentara Ukraina berhasil ditangkap. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak militer Ukraina menyerang dan menduduki Kursk sejak Agustus 2024 lalu.

Dengan tegas Putin menyatakan, seluruh tentara Ukraina yang ditawan harus diperlakukan seperti teroris. Dengan alasan, hal tersebut sesuai dengan hukum federal Rusia.

"(Pasukan Ukraina yang ditangkap) harus diperlakukan sebagai teroris, sesuai dengan hukum Federasi Rusia," ujar Putin dilansir VIVA Militer dari Daily Mail.

Pernyataan Putin muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan memberikan konsekuensi berat jika menolak usulan perdamaian Rusia-Ukraina.

VIVA Militer: Tentara Ukraina jadi tahanan perang militer Rusia

Photo :
  • X/@apocalypseos

Seperti yang diketahui, AS jadi pihak yang paling sibuk untuk menghentikan Perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer melaporkan, setelah negosiasi dengan AS Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata selama 30 hari.

Serangan konsisten yang dilancarkan militer Rusia terhadap posisi tentara Ukraina akhirnya embuahkan hasil. Selain Sudzha, pasukan Putin juga menguasai kembali 2/3 wilayah Kursk.

Ilustrasi Penelitian Ilmiah

Fakta-Fakta Kematian Misterius Pekerja Lab Rusia, Hampir 200 Orang Dipantau

Kematian misterius pekerja perempuan di laboratorium Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia, akibat 'pneumonia yang belum diketahu penyebabnya jadi sorotan

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut