Lindungi Keamanan Laut, TNI AL Akan Gunakan TSS di Selat Sunda

VIVA Militer : Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Golkariansyah
Sumber :
  • Viva.co.id

VIVA – Pertama kali dalam sejarah. Perairan Indonesia bulan Juli 2020 mendatang akan mengaktivasi sistem navigasi TSS (Traffic Separation Schemes) atau Bagan Pemisahan Alur Laut (lalulintas) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Penggunaan TSS di dua pintu masuk alur pelayaran Internasional itu diyakini dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran di pintu masuk perairan Indonesia, khususnya di alur sempit Selat Sunda dan Selat Lombok.

img_title Gempa 5,5 M Guncang Selat Sunda, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami

Komando Armada (Koarmada I) sebagai jajaran TNI AL yang bertanggung jawab dalam memonitoring di Selat Sunda yang meliputi dua pangkalan yaitu Lanal Lampung dan Lanal Banten menyambut baik rencana penerapan sistem navigasi TSS tersebut. Siang tadi, dengan menggunakan Kapal Cepat KRI Lemadang-632, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten melakukan sosialisasi rencana penerapan TSS melalui radio panggil KRI kepada puluhan kapal yang melintas di perairan Selat Sunda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Golkariansyah menjelaskan, penerapan TSS di Selat Sunda akan berfungsi dalam pengaturan pergerakan kapal di sekitar alur masuk Selat Sunda. Menurut Danlanal Banten, Selat Sunda adalah salah satu alur pelayaran yang padat. Karena selain Selat Sunda merupakan alur yang dilintasi dengan kapal yang melayani jasa penumpang atau penyeberangan dari Pelabuhan Merak - Bakaheuni, Selat Sunda juga merupakan salah satu pintu masuk alur internasional, serta jalur kapal-kapal kargo atau barang logistik yang ingin berlabuh ke kawasan industri di sekitar Banten.

img_title BMKG Prediksi Puncak Fenomena Pasang Maksimum 29 Maret, Waspada di Perairan Selat Sunda

"Untuk diketahui, setiap tahunnya ada sekitar 53.000 kapal yang melintas di Selat Sunda ini. Sehingga ini perlu dilakukan agar jangan sampai kecelakaan di laut," kata Kolonel Laut (P) Golkariansyah di atas Kapal Cepat KRI Lemadang 632 ketika melakukan sosialisasi penerapan system TSS kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda, Banten, Selasa, 16 Juni 2020.

VIVA Militer : Monitoring Navigasi System TSS dari Kapal Cepat KRI Lemadang-362

img_title TNI AL Peringati Pertempuran Bersejarah Melawan Angkatan Laut Jepang di Selat Sunda

Selain berfungsi untuk meminimalisir jumlah kecelakaan laut di Selat Sunda, lanjutnya, TSS juga sangat mendukung sistem keamanan laut Indonesia. Menurutnya, sebagai perlintasan atau alur internasional, tidak sedikit kapal berbendera asing yang melintas masuk ke sekitar Selat Sunda. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut