Heboh Kapal China, TNI AL Pastikan Laut Natuna Utara Terkendali

VIVA Militer: Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah tinjau Laut Natuna Utara
VIVA Militer: Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah tinjau Laut Natuna Utara
Sumber :
  • Pen. Koarmada I

“Bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas melindungi kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut  Natuna Utara,” ujar Pangkoarmada I.

Dalam kunjungannya di Natuna, Pangkoarmada I juga menyempatkan diri untuk melakukan patroli udara guna memastikan secara langsung keberadaan Kapal Perang (KRI) yang sedang melaksanakan patroli di Laut Natuna Utara serta memantau situasi Laut Natuna Utara.

Untuk diketahui, sebelumnya tersiar kabar bahwa di Laut Natuna Utara sangat banyak kapal militer asing yang melintas di batas wilayah pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksda TNI S.Irawan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Bakamla dengan Komisi I DPR RI pada hari Senin, 13 September lalu.

Menurut Laksda TNI Irawan, pihaknya kerap menemukan kapal-kapal asing berbendera Vietnam dan kapal Coast Guard China berada pada daerah overlapping di wilayah Laut Natuna Utara.

"Karena jujur saja kalau kita lihat di pantauan radar atau pantauan dari Puskodal kami, sampai saat ini di daerah Overlapping itu masih ada 1,2,3,4,5,6 kapal-kapal Vietnam, itu pantauan radar, termasuk kapal-kapal Coast Guard China," kata Laksda TNI Irawan.

Tidak hanya itu, keberadaan kapal militer China di Laut Natuna Utara itu juga dibenarkan oleh salah satu media masa Malaysia. Menurutnya pada tanggal 13 September 2021 lalu setidaknya ada enam kapal militer China yang terlihat memasuki Laut Natuna Utara. Salah satu dari enam kapal itu adalah kapal perusak (destroyer) Type 052D, Kunming-172. Bahkan disebutkan bahwa kedatangan kapal perusak Kunming-172 ke perairan Natuna Utara itu telah membuat sejumlah nelayan Indonesia yang tengah melaut ketakutan.