Diserang Isu Komunis, Pangkostrad: Seharusnya Jenderal Gatot Tabayyun

VIVA Militer: Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman (tengah)
VIVA Militer: Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman (tengah)
Sumber :
  • Instagram/@penkostrad

Pangkostrad pun menegaskan, jika penarikan tiga patung tersebut disimpulkan bahwa TNI AD khususnya Kostrad telah melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S PKI tahun 1965 silam, itu adalah tidak benar.

"Saya dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu," ujarnya.

"Foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Panglima Kostrad Mayjen TNi Soeharto saat peristiwa 1965 itu, masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean," tambah Letjen TNI Dudung membantah tudingan miring Jenderal Gatot.

Baca: Jawab Tudingan Jenderal Gatot Soal PKI, Pangkostrad: Itu Tuduhan Keji