Ketika Habib Luthfi Pimpin Apel dan Naik Rantis Korps Marinir TNI AL

VIVA Militer: Habib Luthfi bersama Dankormar pimpin Apel Pasukan di Pekalongan
VIVA Militer: Habib Luthfi bersama Dankormar pimpin Apel Pasukan di Pekalongan
Sumber :
  • Dispen Kormar

VIVA – Siapa yang tidak kenal dengan sosok ulama besar Indonesia Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya? ulama kharismatik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Joko Widodo itu dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang sangat bersahaja dan nasionalis.

Pria kelahiran Pekalongan 10 November 1947 itu ternyata memiliki kedekatan dengan Tentara Nasional Indonesia, khususnya Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Hal itu terlihat ketika Habib Luthfi hadir di tengah-tengah Prajurit Petarung Marinir dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Marinir ke-76 yang diselenggarakan di Pekalongan, Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Dilansir VIVA Militer dari Dispen Korps Marinir, Senin, 15 November 2021, pria yang memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW itu hadir di tengah prajurit Marinir untuk memimpin Apel Merah Putih di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Jawa Tengah pada hari Sabtu, 13 November lalu.

Apel Merah Putih itu diawali dengan laporan Pemimpin Apel Danlanal Tegal Letkol Mar Ridwan Azis kepada Pembina Apel Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Suhartono yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan, serta mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan amanat dan diakhiri dengan do'a.

Dalam amanatnya Dankormar menyampaikan kepada seluruh Pasukan istilah "Hubbul Wathoni Minal Iman" atau Cinta Tanah Air adalah bagian dari iman, ini membuktikan bahwa Agama dan Nasionalisme bisa saling memperkuat dalam membangun Bangsa dan Negara.

VIVA Militer: Habib Luthfi tiba di Lapangan Mataram Pekalongan

VIVA Militer: Habib Luthfi tiba di Lapangan Mataram Pekalongan

Photo :
  • Dispen Kormar

Menurut Dankormar, dua unsur ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, Agama memerlukan Tanah Air sebagai lahan Dakwah dan menyebarkan Agama, sedang Tanah Air memerlukan siraman-siraman nilai-nilai agama agar tidak tandus dan kering.

"Agama tanpa Nasionalisme akan menjadi Ekstream sedangkan Nasionalisme tanpa Agama akan Kering. Merah putih merupakan lambang negara, Merah putih lambang harga diri dan kehormatan Bangsa Indonesia, Merah Putih sebagai pemersatu Bangsa, sebagai Bangsa yang cinta Tanah Air kita tidak boleh Terpecah belah karena kemerdekaan ini diraih berkat perjuangan pergerakan Rakyat Indonesia," kata Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono dalam keterangan resminya.

Dalam kesempatan itu, Dankormar juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk selalu bersama-sama merapatkan barisan, bersatu padu untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menanamkan nilai-nilai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, rela berkorban, pantang menyerah, Suka membantu, gotong royong, saling menghargai dan menghormati serta mengembangkan rasa Toleransi.

"Mari kita buktikan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Tangguh, Berdaya saing, penuh dengan daya kreasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Walaupun kita berbeda suku, berbeda pemikiran, namun tetap satu, yaitu Indonesia. Kita boleh tidak sama tetapi harus bisa bekerja sama," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi hadir untuk memberikan semangat kepada seluruh prajurit Marinir TNI Angkatan Laut yang telah mengabdikan diri sebagai salah satu unsur kekuatan penjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Habib Lutfhi datang dengan mengenakan baju putih dan kopyah hitam berbalut merah putih. Setelah Apel pasukan, Habib Luthfi bersama Dankormar kemudian melakukan pemeriksaan pasukan dengan menggunakan kendaraan Rantis Marinir TNI Angkatan Laut.