3 Kasus Bentrok Oknum Prajurit yang Jadi Atensi Khusus Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Belum satu bulan Jenderal TNI Andika Perkasa dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden RI Joko Widodo institusi pertahanan yang dipimpinnya diterpa ujian yang menjadi perhatian publik. Dalam kurun waktu yang hampir berdekatan, sejumlah oknum prajurit TNI terlibat bentrok di tiga lokasi berbeda, bahkan sampai viral di media sosial.

Meskipun masalah itu dilatarbelakangi oleh kesalahpahaman, bentrok yang melibatkan sejumlah oknum TNI itu pun langsung disikapi dengan cepat dan tegas oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan tidak akan tebang pilih dalam memberikan sanksi kepada oknum prajurit TNI yang terlibat dalam bentrokan yang disebabkan oleh latar belakang permasalahan berbeda itu.

Kasus bentrokan itu pun menjadi atensi atau perhatian khusus dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu dengan menginstruksikan Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait untuk melakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut.

Tidak hanya itu, Panglima TNI juga menegaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri agar juga melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindakan pidana yang menyebabkan bentrokan terjadi dengan sejumlah personel TNI di lapangan.

"TNI juga sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika dikonfirmasi VIVA Militer, Senin, 29 November 2021 kemarin.

Adapun tiga kasus bentrok yang menjadi perhatian khusus Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah:

1. Bentrok di Ambon antara Oknum TNI Angkatan Darat Provost Denmadam XVI/PTM dengan Oknum Satlantas Polresta Ambon yang terjadi pada hari Rabu, 24 November 2021 sekitar pukul 18.07 WIT. Keributan antara satu orang oknum prajurit TNI melawan dua anggota oknum Satlantas Polresta Ambon itu kabarnya dipicu kesalahpahaman terkait pengamanan satu unit sepeda motor yang dinilai melanggar aturan berlalu lintas oleh kedua Polantas.

Dan kini, kasus perkelahian antara seorang prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan dua anggota Kepolisian di Ambon itu, sudah diselesaikan melalui jalan damai dan proses hukum di kedua institusi.

2. Bentrok di Tembagapura Kabupaten Mimika antara Oknum TNI Angkatan Darat dari Satgas Nanggala dengan Oknum Polri dari Satgas Amole Brimobda Aceh yang terjadi pada hari Sabtu, 27 November 2021 sekitar pukul 17.53 WIT lalu.

Bentrokan antara aparat keamanan itu kabarnya disebabkan kesalahpahaman masalah pembelian rokok yang dijual oleh Anggota Polri di Mile 72 Mimika, Papua. Keributan itu pun berbuntut pada penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Brimob Polri mengamuk dengan mendatangi Mess Anggota TNI dengan berteriak dan meletuskan tembakan ke udara di Mile 72 Mimika.

Kasus itu pun kini sudah berhasil dimediasi dengan cepat oleh para pimpinan dari Satgas TNI dan Satgas Polri dengan menggelar pertemuan antara personel TNI dan Polri untuk menyelesaikan kasus tersebut agar menghindari terjadinya bentrokan susulan.

3. Bentrok di Batam antara sejumlah oknum TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/TS dengan oknum prajurit TNI Angkatan Laut dari Batalyon 10 Marinir yang terjadi pada hari Sabtu, 27 November 2021 sekitar pukul 22.30 WIB.

Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono saat dikonfirmasi oleh VIVA Militer mengatakan, kesalahpahaman antar satuan TNI itu disebabkan oleh kesalahpahaman. Dan kasus tersebut kini sudah selesai setelah dimediasi oleh pimpinan komandan satuan TNI kedua matra tersebut.