Mantan Danjen Kopassus Ini Cetak 1.092 Prajurit Ahli Karate di Papua

VIVA Militer: Pangdam Kasuari pimpin upacara kenaikan sabuk hitam karate
VIVA Militer: Pangdam Kasuari pimpin upacara kenaikan sabuk hitam karate
Sumber :
  • Pendam XVIII/Kasuari

Menurut Pangdam, sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat harus memiliki kepribadian yang baik, tidak boleh menjadi penghianat, apalagi di Kodam Kasuari ini yang merupakan daerah konflik.

"Sebagai atlet perang gunakan kemampuan bela dirimu untuk membela diri. Jika dalam bertempur senjatamu sudah tidak bisa digunakan lagi, gunakan bila dirimu,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Mayjen TNI Cantiasa berpesan agar ilmu beladiri yang sudah didapat tidak disalahgunakan dan harus dipertanggungjawabkan, sehingga penyematan sabuk hitam itu memang benar-benar pantas diberikan dan terus dipelihara.

“Saya ingin menjadikan prajurit Kodam Kasuari adalah prajurit yang profesional, jago tembak, jago navigasi, jago tak tik dan jago beladiri," kata Pangdam.

Untuk diketahui, 1.092 prajurit TNI Angkatan Darat dari jajaran Kodam XVIII/Kasuari yang secara serentak melaksanakan ujian kenaikan pangkat sabuk hitam (Dan I) karate dan telah dinyatakan lulus berasal dari beberapa satuan yang bertugas di wilayah Papua Barat. Mereka berasal dari Bintuni sebanyak 388 Karateka terdiri dari satuan Brigif 26/GP, Yonif 763/SBA dan Kodim Bintuni. Kemudian, untuk wilayah Sorong sebanyak 346 Karateka yang berasal dari satuan Yonif 762/RK, Yonzipur 20 dan Kodim Sorong.

Sedangkan wilayah Kaimana diikuti oleh 86 Karateka yang berasal dari satuan Yonif 764/IB dan Kodim Kaimana, Wilayah Tambrauw diikuti 48 karateka dari satuan Kodim Tambrauw dan wilayah Manokwari diikuti sebanyak 224 orang dari Makodam XVIII/Kasuari, Yonif 761/KA dan Rindam XVIII/Kasuari.