Danlanal Lhokseumawe Pimpin Latihan Tembak Senjata Mesin GPMG

VIVA Militer: Prajurit TNI AL latihan menembak senjata mesin GPMG Cal.7.62 mm
VIVA Militer: Prajurit TNI AL latihan menembak senjata mesin GPMG Cal.7.62 mm
Sumber :
  • Pen. Lanal Lhokseumawe

VIVA – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dari jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe melaksanakan latihan tembak tempur offensif dan latihan tembak tempur defensif di Lapangan Tembak Detasemen Arhanud-001/CSBY, Jalan KKA KM 1,6 Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. 

Latihan tembak tempur bagi prajurit TNI mungkin adalah hal yang biasa dilakukan, tapi tidak semua prajurit TNI memiliki kesempatan untuk latihan menembak dengan salah satu senjata mesin andalan TNI, yaitu senjata mesin sedang jenis General Purpose Machine Gun (GPMG) Cal.7.62 mm.

Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, senjata mesin GPMP Cal.7.62 mm buatan PT. Pindad yang mendapatkan lisensi dari perusahaan senjata FN Belgia itu merupakan salah satu senjata penghancur milik TNI. Senjata mesin itu memiliki kemampuan mengeluarkan amunisi sebanyak 650-1000 peluru permenit.

Komandan Lanal (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah yang memimpin langsung latihan teknik tembak tempur itu mengatakan, latihan teknik tembak tempur itu dilakukan dengan menggunakan dua senjata, yaitu teknik offensif dan teknik tembak tempur defensif dengan jarak dekat dan jarak sedang menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 V1 dan senjata mesin sedang jenis General Purpose Machine Gun (GPMG) Cal.7.62 mm dengan sasaran tembak/skip 100 meter.

Danlanal lebih jauh menjelaskan, latihan menembak yang dilakukan oleh prajurit Lanal Lhokseumawe itu program TNI Angkatan Laut, serta sesuai Direktif Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ahmad Wibisono selaku pimpinan latihan yang merupakan agenda tetap dalam program kerja rutin dalam pembinaan satuan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak prajurit TNI Angkatan Laut.

"Materi latihan teknik tembak tempur offensif dan teknik tembak tempur defensif dengan jarak dekat dan jarak sedang yang diberikan kepada seluruh prajurit militer Lanal Lhokseumawe ini meliputi menembak senapan dengan menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 V1 dengan sikap tiarap, duduk dan berdiri dengan amunisi sebanyak 30 butir amunisi, ditambah 3 butir amonisi tembakan percobaan dengan jarak 100 meter," kata Danlanal Lhokseunawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah dalam keterangan resminya yang diterima VIVA Militer, Rabu, 8 Desember 2021.

Selain itu, kata Kolonel (Mar) Dian, pada hari yang sama para petembak melaksanakan lomba menembak dengan model TTO (Tembak Tempur Offensif) yang dimulai dari berlari 20 meter ke jarak 100 meter, melaksanakan menembak sikap tiarap 10 butir selama 1 menit dan menembak sikap duduk 10 butir selama 1 menit. Kemudian, lanjutnya, petembak berdiri kembali dan berlari sejauh 50 meter kedepan, melaksanakan menembak sikap berdiri 10 butir selama 25 detik.