Akhir Kisah Panas Motor Revo Prajurit TNI yang Dibeliin Pejabat Polisi

VIVA Militer: Kombes RS
VIVA Militer: Kombes RS
Sumber :

VIVA – Kasus dugaan suap bos narkoba yang dituduhkan kepada pejabat polisi oleh bawahannya sendiri akhirnya mereda setelah Kepala Polres Kota Besar Medan, Kombes Riko Sunarko dicopot dari jabatannya.

Kombes Riko katanya dicopot dari jabatan bukan karena menerima suap dari bandar, atau juga bukan karena memakai uang suap dari bandar.

Tapi menurut Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simandjuntak, karena yang bersangkutan melanggar kode etik sesuai Pasal 7 ayat (2) poin (a) Perkap No 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Jadi Kapolrestabes kita tarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan, bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang Rp160 juta, tapi perannya sebagai atasan tidak menjalankan perannya dengan baik," kata Irjen RZ Panca beberapa hari lalu.

Nah dengan meredanya kegaduhan di tubuh polisi Medan itu, lalu bagaimana kisah sebenarnya tentang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sempat tersenggol dalam keterangan yang diberikan Bripka Ricardo Siahaan di persidangan.

Kata Irjen RZ Panca, sepeda motor yang diberikan Kombes Riko sebagai hadiah kepada prajurit TNI bernama Sersan Dua Eliyaser Sitorus, tidak ada sangkut pautnya dengan kegaduhan yang terjadi soal dugaan suap bandar narkoba itu.

Dikatakan Irjen RZ Panca, dari pemeriksaan tim Propam Polri terkuak bahwa sepeda motor itu dibeli secara patungan oleh Kombes Riko dengan uang pribadinya. Dan juga uang anak buahnya yaitu Kepala Satuan Narkoba, Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan.