Kantor Distrik Abenaho Dibakar OTK, TNI-Polri Bergerak Bekuk 2 Pelaku

VIVA Militer: Kantor Distrik Abenaho Papua dibakar Orang Tak Dikenal
VIVA Militer: Kantor Distrik Abenaho Papua dibakar Orang Tak Dikenal
Sumber :
  • Pendam XVII/Cenderawasih

VIVA – Aparat gabungan TNI-Polri dari Kodim 1702/Jayawijaya Kodam XVII/Cenderawasih melalui Pos Ramil Yalimo bersama Polres Yalimo melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang oknum warga terduga pelaku pembakaran Kantor Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua.

Komandan Kodim 1702/JWY Letkol Inf Arif Budi Situmeang  mengatakan, penangkapan yang dilakukan oleh personel gabungan TNI-Polri tersebut setelah dilaksanakan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi yang berada disekitar TKP, akhirnya kita melakukan penangkapan kepada dua orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran Kantor Distrik Abenaho. Dua orang yang diamankan yaitu berinisial YK (36) dan AK (39). Selanjutnya dibawa ke Mapolres Yalimo guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dandim Letkol Inf Arif Budi Situmeang dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Jum’at, 24 Juni 2022.

Lebih jauh, Letkol Inf Arif menjelaskan, penangkapan yang melibatkan personel TNI Angkatan Darat itu dilakukan atas permintaan dari Polres Yalimo kepada Dandim 1702/Jayawijaya terkait permohonan bantuan personel dalam mengamankan proses penyelidikan di tempat kejadian.

Sebelumnya Dandim 1702/Jayawijaya menuturkan, aksi pembakaran Kantor Distrik Abenaho Kabupaten Yalimo oleh orang tak dikenal (OTK) itu terjadi pada Jum'at dini hari tadi, sekitar pukul 02.23 WIT. Sejumlah prajurit TNI AD dari Koramil setempat yang melihat kejadian itu pun berusaha untuk melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Namun, karena Kantor Distrik Abenaho terbuat dari kayu, api cepat menjalar dan meluluh lantahkan bangunan Kantor Distrik tersebut.

"Untuk motif pelaku, kepolisian masih melaksanakan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita tidak mau berspekulasi lebih jauh, kita serahkan semuanya pada Kepolisian untuk melaksanakan proses hukum jika kedua terduga pelaku ini terbukti melakukan pembakaran," ujar Dandim.