Pangkostrad Maruli Respon Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Papua

VIVA Militer: Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak datang ke Papua
VIVA Militer: Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak datang ke Papua
Sumber :
  • Penkostrad

VIVA – Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak angkat bicara terkait dengan temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam penyelidikan kasus mutilasi empat orang warga sipil yang melibatkan enam orang oknum TNI Angkatan Darat di Mimika, Papua.

Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, bahwa TNI Angkatan Darat tidak akan segan-segan dalam menindak tegas para prajuritnya jika terlibat dalam persoalan hukum, termasuk dalam kasus pembunuhan sadis di Mimika, Papua yang diduga kuat melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Darat.

"Walaupun nanti dia cuma kejahatannya biasa tapi berpengaruh ke norma-norma bisa dipecat. Apalagi ini dianggap kejahatan luar biasa ya kemungkinan besar kalau sidangnya terbukti ya pecat," kata Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak kepada awak media, Kamis malam, 22 September 2022.

Kendati demikian, Maruli menegaskan tidak akan mendahului proses pengadilan dalam menjatuhkan sanksi terhadap enam prajurit TNI Angkatan Darat yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih tersebut.

"Ya tetap hargai proses sidang lah," ujarnya.

"Kejahatan biasa saja banyak yang dipecat, apalagi ini kalau dilihat dari kejadian itu kan kejahatan luar biasa," tambahnya.

Untuk diketahui sebelumnya, aparat penegak hukum telah menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus pembunuhan sadis mutilasi terhadap empat orang warga sipil di Mimika, Papua pada 22 Agustus 2022 lalu.

Dari 10 orang tersangka itu, enam diantaranya adalah oknum prajurit TNI Angkatan Darat yang berasal dari satuan Brigade Infanteri Raider 20/Ima Jaya Keramo (IJK), Divisi Infanteri 3 Kostrad.