Oknum TNI yang Lakukan Tendangan Kungfu di Kanjuruhan Terancam Pidana

VIVA Militer: Panglima TNI Jenderal Andika bersama Jenderal Charles Flynn
VIVA Militer: Panglima TNI Jenderal Andika bersama Jenderal Charles Flynn
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

VIVA – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan terhadap suporter atau para pendukung Klub Sepak Bola Arema FC terancam hukuman pidana.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika merespons beredarnya rekaman video pendek yang mempertontonkan oknum prajurit TNI Angkatan Darat mengeluarkan tendangan ala kungfu kepada sejumlah suporter di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam lalu.

Menurut Jenderal Andika, apa yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI Angkatan Darat itu di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani kerusuhan masa. Terlebih lagi, lanjut Jenderal Andika, sejumlah oknum prajurit TNI Angkatan Darat itu terlihat melakukan tendangan terhadap sejumlah suporter dari arah belakang atau dalam kondisi sedang tidak terancam.

"Oh iya, yang terlihat viral kemarin itu bukan dalam rangka mempertahankan diri. Itu termasuk, bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit itu tapi diserang," kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa usai menghadiri Rapat Koordinasi di Kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2022.

VIVA Militer: Oknum TNI AD keluarkan tendangan kungfu ke Supporter Arema

VIVA Militer: Oknum TNI AD keluarkan tendangan kungfu ke Supporter Arema

Photo :
  • instagram

Lebih jauh lagi, Jenderal Andika menegaskan, dirinya akan mengerahkan Tim Khusus untuk melakukan investigasi atas dugaan adanya keterlibatan oknum prajurit TNI pada kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut.

"Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan. Jadi kalau KUHP Militer pasal 126 sudah kena, belum lagi KUHP-nya. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tidak. Tetapi pidana. Karena itu memang sudah sangat berlebihan," ujarnya.