Pakai Bambu, Prajurit TNI Bawa Jasad Pak Ajib Tembus Hutan Kalimantan

VIVA Militer: Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 645/GTY.
Sumber :
  • Yonif 645/Gardatama Yudha

VIVA – Sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia, ditugaskan ke wilayah perbatasan merupakan hal biasa. Namun, yang terpenting bukan bagaimana mampu menangkal pelanggaran di batas negara. Tapi, bagaimana mampu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah operasi.

Abu Ubaida Bongkar Fakta Kegagalan Israel di Hari ke-200 Pembantaian Gaza

Hal itu dibuktikan oleh prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Batalyon Infanteri (Yonif) 645/ Gardatama Yudha.

Jadi cerita begini, saat sedang mengamankan perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tiba-tiba saja prajurit TNI Yonif 645/GTY mendapatkan kabar tentang adanya warga binaan yang mengalami musibah.

Kembali Setelah 10 Tahun Tinggalkan Kostrad, Mas Bangun Melesat Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI

Salah satu anggota keluarga warga itu meninggal dunia, almarhum bernama Bapak Ajib warga Dusun Merendeng, Desa Siding, Kecamatan Siding, Bengkayang.

Mendapat kabar itu, prajurit TNI dari Pos Gunung Anggas yang dipimpin Praka Adrianus Pidra segera bergerak. Mereka langsung mendatangi rumah duka.

Presiden Raeisi Ancam Lenyapkan Israel Jika Berani Gempur Iran

VIVA Militer: Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 645/GTY.

Photo :
  • Yonif 645/Gardatama Yudha

Empat prajurit TNI Angkatan Darat tak cuma datang untuk melayat, tapi lebih dari itu. Mereka menyiapkan liang kubur dan mengusung jenazah almarhum dari rumah duka sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Almarhum Bapak Ajib meninggal dunia dalam usia 51 tahun karena sakit, mendengar kabar duka warga binaannya tersebut Danpos Gunung Anggas sontak langsung bergegas mengerahkan anggotanya untuk membantu proses pemakaman dari awal sampai selesai dikebumikannya jenazah," kata Dansatgas Letnan Kolonel Inf Hudallah dalam siaran resmi Penerangan Satgas Pamtas Yonif 645/GTY dilansir VIVA Militer, Selasa 4 Oktober 2022.

Semua itu dilakukan prajurit TNI dengan peralatan seadanya, untuk membawa peti jenazah menembus belantara Kalimantan menuju ke makam saja, prajurit TNI hanya mengandalkan sebilah batang bambu.

Menurut Letkol Inf Hudallah, apa yang dilakukan prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/GTY ini merupakan tugas kemanusiaan yang termasuk dalam program pembinaan teritorial.

"Kegiatan membantu proses pemakaman merupakan wujud kepedulian prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty di tengah kedukaan warga, dilakukan karena sebagai sesama manusia harus memiliki sikap toleransi dan saling membantu antar sesama," kata Letkol Inf Hudallah.

Untuk diketahui, Satgas Pamtas Yonif 645/GTY merupakan satuan tempur yang berada di bawah kendali Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura.

Baca: Kanjuruhan Berguncang, 2 Jenderal TNI Penjaga Nyawa SBY Turun Gunung

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya