Luar Biasa, Cuma Gara-gara Bahasa Inggris Logat Madura Mayjen TNI Farid Bisa Tembus 30 Negara Dunia

VIVA Militer: Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI FM di Markas Yonif 511/DY
VIVA Militer: Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI FM di Markas Yonif 511/DY
Sumber :
  • Korem 081/Dhirotsaha Jaya

VIVA – Ada sebuah kisah hidup luar biasa yang diungkap Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Farid Makruf saat berkunjung ke Markas Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha di Blitar, Jawa  Timur.

Di hadapan prajurit TNI Yonif 511/DY, Mayjen TNI Farid Makruf menceritakan kisahnya nyata dirinya bisa masuk ke puluhan negara di dunia sebagai orang yang dipercaya TNI untuk menjadi delegasi atau perwakilan di luar negeri.

Alumni Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) mengatakan, sudah lebih dari 30 negara yang didatangi. Dan semua itu cuma bermodal kemampuannya berbahasa Inggris dan logat Madura.

VIVA Militer: Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI FM di Markas Yonif 511/DY

VIVA Militer: Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI FM di Markas Yonif 511/DY

Photo :
  • Korem 081/ Dhirotsaha Jaya

"Selama saya berdinas di TNI, saya sudah ke luar negeri lebih dari 30 negara. Kalian tahu modalnya apa, saya hanya bisa bahasa Inggris dan logat Madura. Alhamdulillah jadi langganan sebagai delegasi atau perwakilan TNI ke luar negeri," kata Mayjen TNI Farid Makruf dilansir VIVA Militer dari siaran resmi Korem 081/ Dhirotsaha Jaya.

Pasukan Yonif Badak Hitam TNI Angkatan Darat pun dibuat terkesima dengan kisah hidup yang diceritakan Mayjen TNI Farid Makruf itu.

Untuk diketahui, Mayjen TNI Farid Makruf memang putra asli Madura, ia lahir di Bangkalan pada 1969. Salah satu penugasannya ke luar negeri ialah ketika pecah perang saudara di negara Sierra Leone. Ketika itu ia ditugaskan ke negara tersebut dalam misi perdamaian dunia, United Nation Mission in Sierra Leone (UNAMSIL).

Halaman Selanjutnya
img_title