Jepang Bakal 'Guyur' Industri Otomotif Indonesia

Pameran otomotif IIMS 2018.
Sumber :
  • IIMS 2018

VIVA – Meski aturan mengenai kendaraan listrik, hingga saat ini belum juga ketok palu, namun para produsen tetap mulai aktif mempersiapkan produk mereka. Bahkan, ada juga yang ancang-ancang membangun pabrik.

img_title Innova Zenix Punya Fitur Baru

Hyundai diketahui sedang membangun pabrik perakitan mobil di Indonesia. Nantinya, produk yang dibuat tak hanya bermesin konvensional, namun juga mobil listrik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua pemain asal China, yakni Wuling dan DFSK juga tidak tinggal diam. Mereka mengklaim, siap membuat dan memasarkan kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

img_title Perang SUV Murah September 2026, Ini yang Paling Laku

Sebagai pemain lama, para produsen asal Jepang tentu tidak mau ketinggalan. Soal teknologi, mereka bahkan sudah memilikinya sejak lama. Bahkan, industri otomotif di Negeri Matahari Terbit itu bakal menggelontorkan dana tambahan, demi mempercepat pengembangan mobil listrik di Indonesia.

“Ada investasi dari Jepang, nilainya Rp28,3 triliun,” ujar Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Franciscus Soerjopranoto di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.

img_title Jangan Remehkan Mobil Bak, 5 Pikap Ini Jadi Tulang Punggung Bisnis

Pria yang akrab disapa Soerjo itu mengungkapkan, dana sebanyak itu tidak berasal dari satu perusahaan saja. Namun, hasil patungan dari beberapa merek.

“Itu dari industri otomotif Jepang. Dananya buat Indonesia, pengembangan elektrifikasi,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, Soerjo tidak mau mengungkap lebih jauh, berapa porsi yang diberikan oleh masing-masing merek otomotif Jepang yang berkiprah di Tanah Air.

“Merek Jepang di Indonesia kan ada sekitar tujuh. Soal presentase, belum tahu,” kata dia singkat. (kwo)

Mobil baru produksi Jepang, Toyota Land Cruiser FJ

Tertinggal dari China, Produsen Mobil Jepang Reformasi Total Waktu Pengembangan Mobil, dari 5 Tahun Menjadi 2 Tahun

Produsen mobil Jepang semakin gencar berupaya memangkas waktu pengembangan produk mereka untuk mengejar ketertinggalan dari China. Serangkaian reformasi dilakukan

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut