10 Kali Bendera Indonesia Berkibar di Ajang Shell Eco-marathon

Peserta dari Indonesia di ajang Shell Eco-marathon
Sumber :
  • Shell Indonesia

VIVA – Indonesia sudah lama aktif mengembangkan kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Salah satu buktinya, yakni dengan mengikuti ajang Shell Eco-marathon (SEM) 10 tahun berturut-turut.

img_title Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Selama satu dekade, Sang Merah Putih berkibar di lomba berskala internasional tersebut. Puluhan universitas dari berbagai daerah, seperti Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin mengerahkan kemampuan terbaik mereka beradu kemampuan dengan peserta dari negara lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan perkara mudah untuk bisa terjun di kompetisi itu. Manajer Tim Malem Diwa Urban dari Universitas Syiah Kuala, Agung Saputra mengatakan bahwa selain butuh biaya besar, komponen yang dibutuhkan juga harus didatangkan dari Jakarta dan Surabaya.

img_title Ajang Paduan Suara Jadi Wadah Siswa Kembangkan Keterampilan Abad ke-21

"Banyak yang berpendangan, pendidikan di Aceh itu lemah dan sebagainya. Kami ingin membuktikan, Aceh sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya saat ditemui VIVA Otomotif di ajang SEM 2018 di Singapura.

President Director and Country Chair Shell Indonesia, Dian Andyasuri menjelaskan bahwa ada perkembangan yang sangat pesat dalam jumlah peserta dari Indonesia di ajang SEM Asia.

img_title Kembangkan Talenta Muda Jenius Indonesia, Sinar Mas dan Techconnect Gelar The Genius Math League 2026

“Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat lebih dari 200 persen. SEM juga telah menjadi wadah bagi mahasiswa lintas ilmu seperti teknik, bisnis, manajemen dan bidang studi lainnya untuk bisa berkolaborasi mewujudkan inovasi,” tuturnya melalui keterangan resmi, Kamis 10 Desember 2020.

Photo :
  • Shell Indonesia

Perjuangan para mahasiswa tersebut tidak sia-sia. Pada ajang final SEM 2018 di Inggris, tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bahkan berhasil meraih gelar juara, mengalahkan peserta dari negara Amerika dan Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merayakan semangat dan prestasi itu, Shell Indonesia meluncurkan buku bertajuk Shell Eco-Marathon Stories: A Quest of Contribution on Developing Indonesia Innovative Talents, yang isinya rangkuman dari jejak para peserta selama ini.

Buku ini tidak hanya bercerita tentang teknologi, tapi juga mengungkap sisi humanis seperti kerja keras, kekompakan tim, manajemen waktu, dan juga berbagai masalah serta tantangan yang mereka hadapi di perkuliahan, keluarga, dan sepanjang berkompetisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut