Industri Otomotif Kembali Mendapat Cobaan

Ilustrasi jok mobil.
Sumber :
  • Carscoops

VIVA – Belum lama ini, beredar informasi bahwa industri otomotif dunia bakal mengalami kesulitan dalam pengadaan semikonduktor.

img_title Indonesia Cari Peluang Teknologi Otomotif dari Bulgaria

Benda berukuran kecil itu berfungsi untuk memproses data dari semua sensor yang ada di kendaraan bermotor. Tanpa adanya semikonduktor, maka fitur seperti rem otomatis dan kamera mundur tidak akan bisa berfungsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelangkaan itu disebabkan oleh naiknya permintaan akan berbagai gawai canggih, seperti smartphone dan smart home. Sektor otomotif dikatakan bukan menjadi prioritas dalam mendapatkan semikonduktor, kalah oleh pabrikan ponsel.

img_title AI dan Semikonduktor Mulai Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif Indonesia

Sebelumnya, pabrik mobil di seluruh dunia dibuat geger oleh kasus Takata. Perusahaan penyedia kantung udara atau airbag itu ketahuan membuat komponen dengan kualitas di bawah standar, sehingga timbul korban jiwa saat produk mereka diandalkan untuk menyelamatkan nyawa.

Kini, muncul cobaan baru yang hadir lebih cepat dari masalah semikonduktor. Dilansir VIVA Otomotif dari laman Rushlane, Senin 8 Maret 2021, pabrikan mobil di Amerika Serikat disebutkan akan kesulitan mendapatkan jok mulai pekan depan.

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

Penyebabnya adalah adanya hawa dingin yang melanda wilayah Texas, menyebabkan produksi minyak mentah harus berhenti sementara waktu. Terus, apa hubungannya dengan jok mobil?

Ternyata, salah satu bahan baku pembuatan busa jok adalah propylene oxide, yang didapatkan dari hasil pengolahan minyak bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zat tersebut dibutuhkan oleh pabrik pembuatan jok, dan mereka mengaku bahwa persediaan di gudang saat ini sudah sangat menipis.

Namun, perusahaan seperti General Motors, Ford dan Toyota mengaku tidak risau akan masalah tersebut, karena mereka memiliki banyak stok jok mobil. Namun, pabrikan seperti Hyundai, Kia dan BMW mengatakan bahwa mereka sedang memantau dengan ketat.

Ilustrasi charger SPKLU tersangkut di mobil listrik

Produsen Mobil Listrik Dapat Fasilitas Pemerintah, Ada Sanksi Jika Ingkar

Produsen mobil listrik mendapat insentif pemerintah, tetapi wajib memenuhi komitmen produksi dan TKDN. Gagal memenuhi target, insentif yang diterima bisa dikenai sanksi.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut