Sering Ada di SPBU, Ini Pengertian Biodiesel B30

SPBU Shell Modular
Sumber :
  • Dok: Shell Indonesia

VIVA – Saat ini di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU, terlihat spanduk atau pengumuman terkait adanya bahan bakar Biodiesel B30.

img_title PKT Perkuat Dukungan Maritim untuk Distribusi Biodiesel di Indonesia

Bahan bakar minyak atau BBM tersebut disediakan khusus untuk kendaraan bermotor, yang menggunakan mesin diesel sebagai jantung pacunya. Perbedaan biodiesel B30 dengan BBM jenis Solar yang sudah tersedia sejak puluhan tahun lalu, yakni ada pada kandungannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biodiesel merupakan jenis BBM yang dihasilkan dari olahan minyak kelapa sawit, dan dicampur ke Solar biasa. Kode B30 menunjukkan seberapa besar komposisinya, yakni 70 persen Solar dan 30 persen biodiesel.

img_title Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Dipastikan Semakin Berjalan Kondusi

“Pemerintah terus mendorong kesuksesan implementasi program B30, khususnya dalam memastikan semua BBM jenis Solar yang ada di dalam negeri dicampur biodiesel 30 persen,” ujar Peneliti Bahan Bakar dari LEMIGAS, Riesta Anggarani saat hadir di acara webinar Shell ExpertConnect 2021, dikutip VIVA Otomotif Kamis 15 Juli 2021.

Upaya pemerintah tersebut mendapat dukungan dari PT Shell Indonesia, yang berkontribusi dalam bentuk pengembangan pelumas khusus untuk semua jenis kendaraan yang membutuhkan BBM jenis biodiesel.

img_title Bahlil Ungkap Penyebab Antrean Panjang Pembelian BBM di SPBU Makassar

Direktur Pelumas Shell Indonesia, Andri Pratiwa menjelaskan bahwa biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang menjadi energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Sifatnya yang mudah terurai, membuat emisi atau hasil pembakaran menjadi lebih rendah.

“Melalui forum Shell ExpertConnect, kami berharap terjadi tukar informasi, pengetahuan dan praktik terbaik untuk mensukseskan implementasi program B30 dan persiapan implementasi mandatori B40,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Shell Asia Pacific Product App Specialist, Mohammad Rachman Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya menganjurkan penggunaan oli mesin dengan standar API-CI4, yang terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi jelaga hasil pembakaran dari  bahan bakar B30 atau lebih.

“API CI-4 memiliki soot handling lebih baik dibandingkan engine oil monograde. Bukti di lapangan juga menunjukkan, penggunaan pelumas mesin standar API-CI4 dapat melindungi piston lebih sempurna,” jelasnya.

Kapal Tanker Penyuplai Elpiji Pertamina

Dukung Ekosistem Biodiesel Indonesia, Pertamina Tekankan Pentingnya Peran Logistik Maritim

Pertamina melalui PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) menegaskan pentingnya peran logistik maritim, guna memastikan distribusi biodiesel menjangkau berbagai wilayah RI.

img_title
VIVA.co.id
28 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut