Gaikindo: Tak Ada Pabrik Otomotif yang PHK Karyawan Selama Pandemi

Ilustrasi produksi mesin mobil di pabrik yang ada di Indonesia.
Ilustrasi produksi mesin mobil di pabrik yang ada di Indonesia.
Sumber :
  • dok. MMKSI

VIVA – Badai pandemi yang melanda Indonesia sejak awal 2020 lalu, membuat banyak pabrikan otomotif di Tanah Air mengalami kelimpungan massal. Selain daya beli konsumen yang melemah, ketersediaan suku cadang juga membuat penjualan mereka mengalami penurunan.

Meski sempat kesulitan, namun hingga saat ini, belum ada satupun pabrik otomotif di Indonesia yang melakukan PHK atau pengurangan terhadap karyawan tetapnya. Setidaknya, hal tersebut yang disampaikan Gabungan Industri Kendaraan Indonesia atau Gaikindo.

"Kami bersyukur industri otomotif masih tetap bisa bertahan saat pandemi. Bahkan, tak ada satupun PHK yang terjadi, kecuali pegawai kontrak yang tak diperpanjang atau outsourching," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi di bilangan Jakarta Pusat, dikutip VIVA Otomotif, Kamis 21 Oktober 2021.

"Tapi secara overall, atau keseluruhan, memang tak ada PHK di industri otomotif, baik roda dua maupun empat di Indonesia," lanjutnya.

Ilustrasi pabrik mobil Toyota.
Photo :
  • Paultan

Ilustrasi pabrik mobil Toyota.

Lebih jauh, Nangoi menambahkan, keberhasilan itu bisa tercapai berkat dukungan pemerintah yang menaruh perhatian lebih terhadap industri otomotif di Indonesia. Sebab, kata dia, selagi negara lain diharuskan menutup pabrik selama masa pembatasan, pemerintah dalam negeri justru membiarkannya tetap beroperasi dengan protokol ketat.

"Luar biasa support dari pemerintah. Selama pandemi, pabrik otomotif tidak ditutup, tapi dijalankan berjeda. Padahal di negara lain diliburkan. Di sini tidak, luar biasa. Terus jalan, meski kapasitas ditekan," tegasnya.