Begini Cara Polisi Antisipasi Agar Mudik Tidak Macet
- U-Report
VIVA – Akhir bulan April 2022 atau akhir bulan Ramadhan, tradisi mudi di Indonesia kembali dilakukan oleh masyarakat, mudik kali ini diprediksi akan membludak, karena sudah dua tahun mudik dilarang untuk antisipasi penyebaran virus corona.
Nah, agar mudik tahun ini tidak rerjadi kemacetan parah, pihak kepolisian bekerja keras mengantisipasi dengan berbagai cara.
Menurut Irjen Pol Firman Shantybudi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dalam mencegah kemacetan saat mudik Lebaran 2022.
Rekayasa tersebut adalah dengan memberlakukan skema contra flow, satu arah (one way) dan ganjil genap (gage) akan diberlakukan.
Ilustrasi macet saat mudik lebaran.
- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
“Kami mengambil langkah intervensi, maka dibutuhkan manajemen kapasitas jalan yaitu paling sederhana kita akan menambah satu lajur di contra flow, jika masih kurang kita akan oneway dari Jakarta menuju arah timur (Jawa Tengah),” ucap Firman Shantyabudi, dikutip VIVA Otomotif dari laman resmi NTMC Polri, Kamis 14 April 2022.
Lebih lanjut Firman menyampaikan, penerapan one way atau satu arah akan diberlakukan jika penerapan contra flow tak berjalan efektif. Selain one way, ganjil genap juga akan diberlakukan demi kelancaran masyarakat selama mudik.
“Pada pelaksanaan mudik akan kita terapkan kebijakan one way dan gage secara bersamaan,” ujar Firman.
Firman juga menyebutkan bahwa one way akan diberlakukan mulai Kamis, 28 April atau di hari terakhir masyarakat masuk kerja. Sebab, pemerintah telah menetapkan 29 Maret cuti Lebaran.
Penerapan one way akan diberlakukan selama 3 hari yaitu 28-30 April. Firman menghimbau masyarakat untuk melihat lagi plat kendaraan yang digunakan untuk mudik sesuai dengan tanggal.
“Dari jumlah kendaraan yang diprediksi juga akan mudik, one way akan kita lengkapi dengan ganjil genap. Ini harus kami lakukan lagi dan kami informasikan kepada masyarakat supaya masyarakat bisa menyiapkan diri sebelum berangkat kendaraan yang akan digunakan berplat nomor apa dan kapan bisa digunakan,” jelasnya.
Irjen Firman menambahkan, nantinya akan ada petugas yang akan memandu di lapangan. Para petugas tersebut bakal mengarahkan masyarakat masuk ke gate tol di wilayah masing-masing.