Waspada Sering Murka di Jalan, Bisa Kena Sanksi!

Ilustrasi Emosi di Jalan Raya
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA - Jalan raya sering menjadi tempat di mana berbagai emosi manusia muncul, terutama emosi negatif seperti kemarahan dan agresivitas. Fenomena ini dikenal dengan istilah road rage atau agresivitas di jalan raya.

img_title Skema Bagi Hasil Ojol 92:8 Dinilai Berisiko, Pendapatan Pengemudi Belum Tentu Naik

Perilaku ini tidak hanya membahayakan pengemudi yang terlibat, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Beberapa contoh perilaku road rage itu yaitu mengemudi dengan agresif dan menyalip secara sembrono, menghentikan kendaraan secara tiba-tiba untuk mengintimidasi pengemudi lain dan mengumpat ke pengendara lain dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikutip VIVA Otomotif di akun TMC Polda Metro Jaya, Senin 24 Februari 2025, tindakan road rage dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni Pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

img_title 6 Hal Ini Menguras Emosi Orang yang Selalu Sibuk saat Akhir Pekan dan Cemas Hadapi Senin

Ketentuan itu mengatur sanksi bagi pengemudi yang dengan sengaja membahayakan nyawa atau barang milik orang lain, dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun atau denda Rp3 juta. 

Jika menyebabkan kecelakaan fatal, hukuman bisa meningkat hingga 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp24 juta. 

img_title Jaga Fleksibilitas dan Keterbukaan Akses Kerja, Sejumlah Komunitas Ojol Tolak Wacana Status Pekerja

Untuk menghindari road rage, setiap pengendara perlu menjaga emosi dan memprioritaskan keselamatan dalam berlalu lintas. Kesadaran dan kedisiplinan dalam berkendara adalah kunci untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan

"Lebih baik berhenti sejenak daripada bertindak gegabah di jalan," demikian akun tersebut. 
 

Ilustrasi Wanita Marah

Kesehatan Mental Tak Cukup dengan Curhat, Kenali Pentingnya Mengelola Emosi dan Luka Batin

Mengenali masalah yang sedang dihadapi merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan mental. Namun, mengungkapkan perasaan saja tidak selalu cukup. Apa yang dilakukan?

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut