5 Bagian Mobil yang Harus Diperbaiki Setelah Mudik

Ilustrasi memperbaiki mobil setelah dipakai mudik
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Mudik lebaran seringkali memaksa mobil menempuh jarak jauh dengan kondisi jalan dan cuaca ekstrem, menyebabkan komponen vital cepat aus. Data menunjukkan bahwa 30% kendaraan pasca-mudik mengalami masalah pada sistem rem dan suspensi, sementara 25% mengalami kebocoran oli. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu mobilitas tetapi juga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan lebih besar jika diabaikan.

img_title Jenazah Aris Sanda Akhirnya Ditemukan TNI, Mobilnya Hangus Terbakar di Jalur Trans Wamena

Dengan mengecek lima komponen kritis ini, pemilik mobil bisa memastikan performa kendaraan tetap optimal dan menghindari resiko teknis yang tidak terduga. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Sistem Rem

img_title Trump Buka Pintu Mobil China Masuk Amerika

Setelah menempuh ribuan kilometer, kampas rem menjadi bagian paling rentan aus. Gesekan terus-menerus dengan cakram atau drum mengurangi ketebalannya, sehingga berisiko menurunkan daya cengkeram. Jika dibiarkan, rem bisa blong, terutama saat melewati turunan curam. Pastikan ketebalan kampas minimal 3 mm dan periksa kebocoran minyak rem.

Selain itu, perhatikan suara berdecit atau getaran saat pengereman. Ini bisa menjadi tanda keausan tidak merata atau kerusakan pada sensor ABS. Lakukan spooring dan balancing jika diperlukan untuk memastikan kinerja rem maksimal.

img_title Mencoba Land Cruiser FJ di Gumuk Pasir, Karakternya Beda

2. Suspensi dan Kaki-Kaki

Suspensi menyerap guncangan selama perjalanan, tetapi medan berlubang atau beban berlebihan bisa merusak komponennya. Periksa kebocoran oli pada shockbreaker dan keausan bushing yang menyebabkan bunyi berderit. Jika ball joint aus, setir akan terasa limbung, terutama saat belok.

Data internal industri mencatat bahwa 20% mobil pasca-mudik mengalami kerusakan pada tie rod atau stabilizer link. Lakukan tes dengan menggoyangkan mobil ke arah depan-belakang. Jika terjadi bunyi "klotok-klotok" segera bawa ke bengkel.

3. Sistem Pendingin Mesin

Radiator bekerja ekstra selama mudik, terutama di daerah beriklim panas. Kotoran, debu, atau kebocoran pada selang bisa menghambat sirkulasi coolant. Jika indikator suhu mesin naik, segera periksa level coolant dan kondisi water pump.

Studi teknis menunjukkan bahwa 15% kasus overheat disebabkan oleh radiator yang tersumbat. Bersihkan kisi-kisi radiator dari kotoran dan ganti air coolant setiap 20.000 km untuk menjaga kinerja pendinginan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Ban dan Velg

Ban yang kekurangan tekanan atau aus tidak merata rentan pecah, terutama saat kecepatan tinggi. Periksa kedalaman alur ban minimal 1,6 mm dan pastikan tidak ada benjolan atau retak. Velg yang tergores akibat hantaman batu juga perlu diperbaiki untuk menghindari kebocoran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut