Dikabarkan Bangkrut, Begini Nasib Mobil Listrik Neta

Mobil listrik Neta di China
Sumber :
  • Carnewschina

Beijing, VIVA – Neta, produsen mobil listrik asal Tiongkok, tengah berada di ujung tanduk setelah induknya resmi dinyatakan bangkrut. Zhejiang Hozon New Energy Automobile Co. mengajukan permohonan restrukturisasi ke pengadilan pada 19 Juni 2025.

img_title Geely Siapkan EX5 Baru, Bawa Frunk dan Teknologi LiDAR

Menurut data dari platform Pengungkapan Kebangkrutan Nasional, proses ini diajukan oleh seorang kreditur sejak bulan sebelumnya. Langkah hukum ini menjadi pukulan telak bagi eksistensi perusahaan di tengah persaingan ketat industri EV global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah showroom Neta di Shanghai dilaporkan telah tutup, memperkuat dugaan krisis likuiditas. Kondisi ini mencerminkan lemahnya fondasi bisnis yang tengah goyah.

img_title Terpopuler: 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Merek China Kuasai Pasar, hingga Cara Derek EV

Pada 13 Juni lalu, Shanghai Yuxing Advertising Co juga melayangkan gugatan kebangkrutan terhadap Hozon karena tunggakan pembayaran jasa pameran. Gugatan tersebut kini telah diterima pengadilan dan sedang diawasi oleh administrator yang ditunjuk.

Di saat bersamaan, publik dikejutkan oleh video yang menunjukkan karyawan mendatangi kantor pusat Neta untuk menuntut gaji yang belum dibayar. Mereka bahkan mengkonfrontasi langsung CEO Neta, Fang Yunzhou, dalam insiden yang viral di media sosial.

img_title Daftar Harga Ban untuk Mobil Listrik, Mulai Rp700 Ribuan

Merespons situasi tersebut, Neta mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan sedang menjalani reorganisasi yang difasilitasi pemerintah. “Langkah ini bertujuan untuk menarik investor strategis, memperbaiki manajemen, dan menghidupkan kembali produksi serta ekspansi global,” tulis Neta dalam pernyataan resminya, dikutip VIVA Otomotif Senin 21 Juli 2025.

Keterangan resmi tersebut juga menegaskan bahwa proses restrukturisasi hanya mencakup induk perusahaan. “Perlu kami tegaskan bahwa subjek restrukturisasi ini hanya mencakup Hozon New Energy Automobile Co., Ltd. Restrukturisasi ini tidak mencakup anak perusahaan luar negeri maupun kegiatan kerja sama internasional,” tegas pihak Neta.

Anak-anak perusahaan seperti Neta Auto Thailand, Brasil, dan Indonesia disebut tetap beroperasi normal. “Kami berkomitmen menjaga kelangsungan operasional dasar bisnis internasional selama proses berlangsung,” tambah mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Neta juga menginformasikan bahwa sejak 30 Juni, proses perekrutan investor strategis telah dibuka. “Diharapkan lebih banyak modal strategis berkualitas tinggi akan ikut serta dalam proses ini,” demikian bunyi keterangan dari Administrator Hozon New Energy.

Selain itu, rencana pemulihan produksi dan layanan purna jual turut menjadi fokus utama. “Kami bekerja sama dengan Administrator untuk memulihkan pusat suku cadang secara bertahap serta memastikan keberlanjutan layanan bagi pelanggan internasional,” tutup pernyataan resmi Neta.

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping.

Trump Buka Pintu Mobil China Masuk Amerika

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang bagi produsen mobil China untuk membangun kendaraan di Negeri Paman Sam. Tapi, ada satu syaratnya.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut