Toyota Buka-bukaan soal LCGC Hybrid

Logo baru mobil hybrid Toyota
Sumber :
  • Dok: Toyota

Tokyo, VIVA – Kondisi ekonomi Indonesia yang tengah menantang turut berdampak pada pasar mobil berbiaya rendah atau Low Cost Green Car (LCGC). Penjualan kendaraan di segmen ini disebut mengalami penurunan cukup signifikan, terutama karena karakter konsumen yang sangat sensitif terhadap harga.

img_title 100 Unit MG ZS Hybrid+ Mulai Punya Tuan

Chief Executive Officer Asia Region Toyota Motor Corporation, Masahiko Maeda, mengungkapkan bahwa situasi ini mirip dengan pasar K-Car di Jepang. “Konsumen di segmen LCGC di Indonesia sama seperti di Jepang: sangat sensitif terhadap harga,” ujarnya saat ditemui VIVA Otomotif di Jepang belum lama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maeda menjelaskan, Toyota saat ini tengah mempertimbangkan dua arah strategi untuk menghadapi tantangan tersebut. Pertama, mendukung pengembangan suplai bioenergi dengan harga yang lebih terjangkau. Kedua, membuka peluang penerapan teknologi hybrid di segmen LCGC.

img_title Mobil Listrik dan Hybrid China Kena Aturan Baru, Berlaku April 2027

Menurutnya, apabila pemerintah dapat memperkuat pasokan bioenergi dengan harga bersaing, maka kendaraan bermesin bensin atau internal combustion engine (ICE) masih bisa menjadi pilihan efisien bagi masyarakat. “Dengan begitu, mobil bermesin bensin masih bisa menjadi opsi yang efisien dalam hal biaya,” kata Maeda.

CEO Toyota Motor Asia, Masahiko Maeda (kanan)

Photo :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

img_title Meeting Online, Balas Email, hingga Edit Dokumen, Ini Spesifikasi HP Ideal untuk Kerja Hybrid

Namun demikian, Toyota tidak menutup kemungkinan untuk memperkenalkan teknologi hybrid di segmen LCGC. Meski begitu, Maeda mengaku masih berhati-hati karena tingginya sensitivitas harga pada konsumen di kelas ini. “Saya belum bisa memberikan jawaban pasti mengenai rencana tersebut saat ini,” tuturnya.

Toyota disebut akan terlebih dahulu memantau potensi pasar hybrid di segmen B sebelum melangkah lebih jauh. Saat ini, produsen otomotif asal Jepang tersebut telah memperkenalkan Yaris Cross Hybrid di segmen B-SUV di Indonesia, serta Yaris ATIV Hybrid di Thailand yang mendapat sambutan positif berkat dukungan insentif pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Inilah yang membuat situasinya cukup kompleks. Karena itu, di Indonesia kami perlu memantau perkembangan penjualan hybrid di segmen B dengan cermat,” ujar Maeda.

Toyota juga berencana terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menilai kesiapan industri dan dukungan yang dibutuhkan. Langkah ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi pengembangan strategi jangka panjang Toyota dalam memperluas teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

Logo baru mobil hybrid Toyota

Mobil Hybrid Berpeluang Bebas Ganjil Genap, Pemerintah Siapkan Keistimewaan Baru

Mobil hybrid berpeluang bebas ganjil genap dan mendapat parkir khusus. Pemerintah mengusulkan insentif baru untuk menekan konsumsi BBM dan emisi kendaraan.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut