Ini Jam-jam Macet Horor di Jakarta

VIVA Otomotif: Ilustrasi Jakarta macet
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Analisis data live traffic Jakarta per awal November 2025 menunjukkan adanya tren menarik: tingkat kemacetan ibu kota saat pagi hari cenderung melandai, sedikit lebih baik dibandingkan kondisi yang sering terjadi di akhir bulan lalu, namun puncak terparah di sore hari tetap tak tertandingi dan menjadi tantangan utama.

img_title Pramono Ungkap Biang Kerok Macet Horor di Cakung: Kontainer Keluar-Masuk Tak Seimbang

Perbandingan antara data TomTom Index pada akhir Oktober 2025—yang menunjukkan pola lonjakan lebih dari 100%—dan data live pada hari ini mengungkap pergeseran pola mobilisasi warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Jumat 7 November 2025, Pada awal November ini, kemacetan pagi hari di Jakarta cenderung lebih terkontrol.

img_title Terungkap! Ini Penyebab Kemacetan Parah di Jalan Cakung-Cilincing

Meskipun data live per hari ini pukul 10.55 WIB mencatat travel time per 10 km berada di 27 menit 50 detik (sedikit di atas rata-rata tahunan), tingkat kepadatan (Congestion Level) di jam menjelang siang hanya di angka 62%, dengan kecepatan rata-rata kendaraan masih di 21,6 km/jam.

Angka ini relatif lebih baik dan cepat terurai dibandingkan tumpukan kemacetan padat di jam 7-8 pagi yang sering terjadi di akhir bulan lalu.

img_title Stasiun JIS Resmi Beroperasi, Pramono Yakin Jadi Solusi Macet saat Konser-Laga Sepak Bola

Sebaliknya, situasi berbalik drastis saat sore hari. Data pola tujuh hari terakhir (mencakup akhir Oktober hingga awal November) dan laporan kemacetan di akhir Oktober menunjukkan bahwa puncak kemacetan terparah tetap terkonsentrasi pada sore hingga malam hari, yaitu pukul 16.30 hingga 19.00 WIB.

Pada jam-jam ini, tingkat kepadatan mampu mencapai lebih dari 100% di atas rata-rata normal, membuat waktu tempuh melonjak hingga dua kali lipat dan kecepatan rata-rata kendaraan melambat hingga di bawah 20 km/jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ekstrem ini, yang diperparah insiden seperti hujan deras atau kecelakaan di akhir Oktober, konsisten berulang di awal November. Lonjakan ini dipicu oleh aktivitas post-office hour warga menuju pusat perbelanjaan atau tempat hiburan, sehingga menciptakan kemacetan akut yang memanjang hingga malam hari.

Data visual pada grafik 7 hari pun menguatkan hal ini, di mana garis merah (puncak kepadatan) selalu membumbung tinggi di sekitar jam 17.00 – 18.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

Pramono Gratiskan Tarif Parkir Kontainer Kosong di Tanah Merdeka

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memutuskan membebaskan tarif parkir di Terminal Tanah Merdeka bagi kontainer yang ingin memarkirkan kendaraan di tempat tersebut.

img_title
VIVA.co.id
23 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut