Teknologi Autopilot Baru Mobil Ini Lebih Canggih dari Tesla

Logo perusahaan mobil listrik Rivian
Sumber :
  • Rivian

Jakarta, VIVA – Rivian, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, terus memperkuat teknologi self-driving di kendaraan mereka. Perusahaan mengumumkan rencana menghadirkan fitur hands-free driving lebih canggih melalui paket Autonomy+, yang akan tersedia untuk model R1 saat ini dan SUV baru R2.

img_title Buka Akses Teknologi, Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Dibekali Ilmu Kuasai AI

Langkah ini menegaskan ambisi Rivian untuk bersaing dengan produsen mobil listrik lain dalam era kendaraan otonom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mobil BMW berteknologi Self-Driving. Ilustrasi

Photo :
  • Automotto.com

img_title Pemerintah Tak Mau Mobil Listrik Cuma Jadi Barang Impor, Ini Target Barunya

Autonomy+ memungkinkan pengemudi mengendarai mobil tanpa memegang setir pada jalan tol maupun beberapa jalan non-tol tertentu dengan marka jalur yang jelas. Fitur ini akan hadir awal 2026, dan mencakup kemampuan seperti Lane Change on Command, parkir otomatis, dan navigasi dari on-ramp ke off-ramp.

Rivian menawarkan Autonomy+ dengan dua opsi harga: US$2.500 atau sekitar Rp41 juta untuk pembelian satu kali atau US$49,99 atau sekitar Rp800 ribu per bulan. Biaya ini lebih rendah dibanding layanan serupa milik Tesla.

img_title Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi

Fitur ini berada pada level “Level 2++”, artinya pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali kapan saja. Namun, mobil bisa melaju sendiri untuk jarak tertentu, berpindah jalur secara otomatis, dan melakukan beberapa manuver tanpa intervensi manusia.

Sistem ini menggunakan kombinasi motor listrik, baterai menengah, dan mesin kecil untuk mengisi baterai saat diperlukan, menjaga kendaraan tetap berjalan dalam perjalanan jauh.

Rivian membekali R2 generasi baru dengan teknologi LiDAR, radar, dan kamera definisi tinggi untuk membangun peta lingkungan sekitar secara real-time. Untuk mengelola data sensor dan algoritma otonom, Rivian memperkenalkan Rivian Autonomy Processor 1 (RAP1), chip AI buatan sendiri yang menjadi otak sistem self-driving.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Target Rivian jangka panjang adalah Level 4 autonomy, di mana kendaraan dapat mengemudi sendiri tanpa pengawasan manusia dalam kondisi tertentu. Perusahaan akan terus meningkatkan kemampuan Autonomy+ melalui pembaruan perangkat lunak, termasuk parkir otomatis dan navigasi jalan tol yang lebih kompleks.

Selain hands-free driving, Rivian juga menghadirkan Rivian Assistant, asisten suara berbasis AI yang memungkinkan pengendara mengontrol kendaraan dan aplikasi lain melalui perintah suara. Asisten ini meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara, sejalan dengan visi Rivian menciptakan ekosistem kendaraan pintar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut