Perang Harga Mobil Listrik Makin Sengit!

Ilustrasi Mobil Listrik
Sumber :
  • freepik.com/frimufilms

Jakarta, VIVA – Thailand kini menjadi pusat persaingan mobil listrik (EV) setelah sejumlah produsen EV asal China menghadirkan diskon besar-besaran hingga 38 persen untuk menarik konsumen.

img_title Luhut Temui Pejabat China Bahas Utang Whoosh, Ungkap Keberlanjutan Proyek Kereta Cepat

Langkah ini menandai strategi agresif merek-merek China dalam memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan persaingan dengan produsen lokal dan internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik

Photo :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

img_title Xi Jinping Bakal ‘Bersih-bersih’, Lebih dari 40 Anggota Komite Sentral Terancam Dicopot

Beberapa perusahaan EV China seperti BYD, Nio, dan Xpeng menurunkan harga model populer mereka secara signifikan, terutama untuk SUV dan sedan listrik kompak.

Dirangkum VIVA dari Bloomberg Rabu, 17 Desember 2025, diskon hingga 38 persen tidak hanya berlaku untuk harga pembelian, tetapi juga sering dikombinasikan dengan paket pembiayaan menarik dan garansi baterai panjang.

img_title Kualitas Unit hingga Nilai Ekonomis Jadi Faktor Kepercayaan Konsumen di Pasar Mobil Bekas

Strategi ini dirancang untuk membuat kendaraan listrik lebih terjangkau, meningkatkan daya tarik bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, sekaligus mempercepat penetrasi EV di Thailand.

Dampak terhadap Pasar dan Persaingan

Langkah agresif produsen China diperkirakan akan memberikan tekanan pada produsen mobil lokal Thailand maupun merek global yang sudah lama beroperasi di pasar tersebut. Dengan harga yang lebih rendah dan biaya kepemilikan lebih efisien, produsen China berhasil menawarkan nilai lebih bagi konsumen, memaksa kompetitor menyesuaikan strategi mereka melalui diskon, paket layanan tambahan, atau inovasi teknologi.

Dukungan Pemerintah dan Regulasi

Pemerintah Thailand saat ini mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif pajak, subsidi, dan kemudahan regulasi bagi konsumen. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi produsen EV asing yang mampu menekan harga.

Tujuan pemerintah adalah mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik, sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon nasional.

Konsumen Thailand menunjukkan antusiasme tinggi terhadap harga agresif dari produsen China. Diskon besar, paket pembiayaan menarik, dan garansi baterai yang kompetitif membuat kendaraan listrik menjadi pilihan lebih realistis bagi masyarakat perkotaan.

Tren ini menunjukkan bahwa harga tetap menjadi faktor utama bagi konsumen dalam memutuskan untuk beralih ke kendaraan listrik.

Prospek Masa Depan

Thailand diprediksi menjadi pasar EV terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh populasi perkotaan yang besar dan meningkatnya kesadaran akan lingkungan.

Masuknya produsen EV China dengan strategi harga kompetitif akan mempercepat penetrasi mobil listrik, mengubah dinamika persaingan industri otomotif, dan memberikan pilihan lebih terjangkau bagi konsumen.

Ilustrasi gambar konsep mobil listrik

Photo :
  • Carscoops

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini juga menegaskan ambisi produsen EV China untuk menguasai pasar global, tidak hanya di pasar domestik mereka, tetapi juga di wilayah Asia Tenggara.

Bagi konsumen, hal ini menjadi peluang emas untuk mendapatkan mobil listrik dengan harga lebih rendah, fitur lengkap, dan teknologi canggih, sementara bagi produsen lokal, persaingan semakin ketat dan menuntut strategi inovatif.

Ilustrasi Laptop Guru

10 Laptop Bekas Rp2 Jutaan untuk Mahasiswa Baru, Masih Layak Dipakai Kuliah pada 2026

Cari laptop bekas Rp2 jutaan untuk mahasiswa baru? Ini 10 pilihan yang masih layak dipakai kuliah pada 2026, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga pasar Indonesia

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut