Target Dipotong, Gaikindo Bocorkan Kondisi Pasar Mobil RI

Ilustrasi pameran mobil.
Sumber :
  • VIVA Otomotif

Jakarta, VIVA –  Pasar otomotif nasional masih berada dalam tekanan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil sepanjang 2025 hanya berada di kisaran 780 ribu unit, atau turun sekitar 10 persendibanding capaian tahun lalu.

img_title Penjualan Motor Tembus 5 Juta Unit, Akankah 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Pasar Roda Dua?

Angka tersebut disampaikan Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto. Ia menjelaskan bahwa proyeksi tersebut dihitung berdasarkan realisasi penjualan tahun sebelumnya. Pada 2024, total penjualan mobil nasional tercatat mencapai sekitar 865 ribu unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gampang sebetulnya. Tahun lalu kita jual sekitar 865 ribu unit. Sampai November ini penurunannya kira-kira 10 persen, ya sudah kita potong saja 10 persen. Keluar angkanya sekitar 780 ribu unit,” kata Jongkie di Jakarta.

img_title GIIAS Makassar 2026 Perluas Jangkauan Industri Otomotif ke Indonesia Timur

Meski pasar melemah, Gaikindo tetap optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun. Namun, kondisi ini menjadi sinyal bahwa industri otomotif nasional tengah menghadapi tantangan serius, terutama dari sisi ekonomi.

Menurut Jongkie, penurunan penjualan bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dipengaruhi kondisi global yang belum sepenuhnya pulih. Berbagai konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia turut memberi dampak terhadap daya beli masyarakat.

img_title Gaikindo Ungkap Alasan Mobil Hybrid Perlu Insentif

“Kita ini kena dampak global. Ekonomi dunia lagi jelek, perang di mana-mana belum selesai, perang dagang juga ada. Jadi kalau penjualan turun, ya tidak bisa dipungkiri itu efeknya ke kita juga,” tuturnya. 

Ia menambahkan, kondisi pasar saat ini membuat Gaikindo perlu mencermati arah industri otomotif ke depan. Mulai dari pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hybrid, hingga strategi lokalisasi dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“Kita mau lihat arahnya ke mana. Masih ke BEV, ke hybrid, atau ke arah lain. Lokalisasi juga harus dipikirkan, TKDN ke mana arahnya,” kata Jongkie.

Meski begitu, Gaikindo berharap situasi ekonomi dapat membaik pada tahun depan. Jika kondisi makroekonomi lebih stabil, penjualan mobil nasional berpeluang kembali meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harapannya tentu naik. Kalau tahun ini 780 ribu unit, tahun depan paling tidak bisa 800 ribu lebih. Kalau bisa 900 ribu atau bahkan 1 juta unit, alhamdulillah,” tuturnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat sementara. Gaikindo masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama seluruh anggotanya sebelum menetapkan target resmi penjualan otomotif nasional untuk tahun mendatang.

Ilustrasi mobil listrik naik kapal feri

Pesatnya Perkembangan Industri Kendaraan Listrik Dorong Pelaku Industri Utamakan Aspek Sosial dan Lingkungan

Industri kendaraan listrik di Indonesia saat ini terus didorong memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut