Pesan Singkat Ini Bikin Banyak Pemilik Kendaraan Rugi

WhatsApp.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Arianti Widya

Jakarta, VIVA – Pemilik mobil dan motor diimbau untuk lebih waspada terhadap pesan singkat yang mengatasnamakan denda tilang elektronik. Pasalnya, belakangan marak beredar pesan SMS maupun WhatsApp berisi tagihan denda ETLE palsu.

img_title Pria Paruh Baya yang Tewas Usai Bacok Dua Polisi dan Warga di Ciamis Ternyata ODGJ

Pesan tersebut biasanya dikirim dengan nada mendesak dan menyebut adanya pelanggaran lalu lintas. Di dalamnya disertakan tautan yang mengarahkan korban untuk segera melakukan pembayaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktorat Siber Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pesan semacam ini merupakan modus penipuan berbasis phishing. Tujuan utama pelaku adalah mencuri data pribadi sekaligus menguras saldo rekening korban.

img_title Tembak Mati Bharatu Valdo, Bharada Andika Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Dalam unggahan resminya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 26 Desember 2025, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesan yang mengatasnamakan Kepolisian. Terlebih jika pesan tersebut menyertakan tautan mencurigakan.

Modus yang digunakan pelaku terbilang sederhana namun efektif. Pelaku mengirim SMS atau WhatsApp seolah berasal dari institusi resmi penegak hukum.

img_title Kapolri Buka Suara soal Polisi Tembak Senior di Pondok Cabe, Begini Perkembangan Kasusnya

Pesan tersebut biasanya menyebut denda tilang belum dibayarkan dan harus segera dilunasi. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik link ETLE palsu.

Setelah tautan dibuka, korban diminta mengisi data pribadi sebagai proses verifikasi. Informasi seperti nama, nomor kendaraan, hingga data perbankan menjadi sasaran pelaku.

Dalam tahap akhir, korban diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi. Banyak korban baru menyadari telah tertipu setelah saldo rekening terkuras.

Polisi menegaskan bahwa pemberitahuan resmi ETLE tidak pernah dikirim melalui SMS atau WhatsApp dengan tautan pembayaran instan. Seluruh proses konfirmasi tilang dilakukan melalui mekanisme resmi yang dapat diverifikasi.

Pemilik kendaraan diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum melakukan pembayaran apa pun. Jangan pernah mengklik tautan dari pesan yang tidak jelas asal-usulnya.

Jika menerima pesan serupa, langkah terbaik adalah mengabaikannya. Masyarakat juga dapat melaporkan pesan tersebut ke pihak berwenang atau kanal resmi Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari kejahatan digital semacam ini. Pelaku memanfaatkan kelengahan dan rasa takut korban terhadap sanksi hukum.

Dengan meningkatnya sistem tilang elektronik, penipuan berkedok ETLE juga ikut berkembang. Oleh karena itu, edukasi dan kehati-hatian sangat dibutuhkan.

BMW R1300 GS dan Harley-Davidson Road Glide Police jadi motor patwal.

Adu 3 Moge Pengawal VVIP, Ada yang Bisa Ngebut 225 Kpj

Pengawalan pejabat negara dan tamu penting kerap melibatkan sepeda motor berkapasitas mesin besar atau moge. Kendaraan ini harus memiliki performa mumpuni, stabilitas yan

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut