Waspada Salah Pilih Aki Motor, Ini Bedanya Aki Kering dan Aki Basah

Ilustrasi aki motor
Sumber :
  • Federal Oil

Jakarta, VIVA – Aki motor sering dianggap sebagai komponen yang sepele, padahal fungsinya sangat krusial. Aki merupakan sumber tenaga listrik utama yang menghidupkan mesin, menyalakan lampu, klakson, hingga sistem pengapian.

img_title Terpopuler: Yamaha Nmax Listrik, Honda Africa Twin Terbaru, dan Target Baru Pabrikan Motor

Jika aki bermasalah, motor bisa susah dinyalakan, lampu redup, atau sistem kelistrikan menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, memilih jenis aki yang tepat sangat penting agar motor tetap prima dan aman digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi aki motor

Photo :
  • Hondacommunity.net

img_title Bukan Cuma Vespa, Piaggio Punya Motor Buas yang Cuma Dibuat 500 Unit

Di pasaran, ada dua jenis aki yang paling umum digunakan pada motor, yaitu aki basah dan aki kering. Meski keduanya sama-sama berfungsi sebagai penyimpan energi listrik, cara kerja, perawatan, serta karakteristiknya berbeda.

Salah pilih jenis aki bisa berujung pada kerusakan komponen, umur aki lebih pendek, bahkan risiko bocor yang membahayakan.

img_title Sering Bikin Resah, Polri Siapkan Aturan Baru Debt Collector: Tak Bisa Lagi Sembarangan Tarik Kendaraan!

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Perbedaan Struktur dan Cara Kerja

- Aki Basah

Aki basah menggunakan elektrolit dalam bentuk cair, yaitu campuran air suling dan asam sulfat. Cairan ini mengalir di dalam sel aki dan berperan sebagai media penghantar listrik. Karena bentuknya cair, aki jenis ini perlu ditempatkan dalam posisi yang benar dan tidak boleh miring terlalu ekstrem agar cairan tidak tumpah.

- Aki Kering

Aki kering menggunakan elektrolit yang berbentuk gel atau diserap pada material khusus, sehingga tidak ada cairan bebas di dalamnya. Karena itu, aki kering lebih aman dari risiko tumpah dan biasanya dibuat dengan casing tertutup rapat.

Perbedaan struktur ini membuat aki kering lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari, sementara aki basah membutuhkan perhatian lebih pada posisi pemasangan dan kondisi cairan elektrolit.

2. Perawatan: Mana yang Lebih Ribet?

- Aki Basah

Salah satu kelemahan aki basah adalah perlu perawatan rutin. Pengguna harus mengecek level cairan elektrolit secara berkala dan menambahnya jika berkurang. Jika cairan terlalu rendah, kinerja aki akan menurun dan berisiko menyebabkan aki cepat rusak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Aki Kering

Aki kering dikenal sebagai maintenance-free, artinya tidak perlu ditambah cairan selama masa pakai normal. Hal ini membuat aki kering lebih cocok untuk pengguna yang ingin praktis tanpa harus sering mengecek kondisi aki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut