Ternyata Ini Biang Kerok Lesunya Pasar Mobil RI

Toyota di IIMS 2026
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Thoifur

Jakarta, VIVA – Prospek pasar otomotif Indonesia pada 2026 dinilai cukup menjanjikan. Proyeksi penjualan dari Gaikindo yang menyentuh angka 850 ribu unit menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat mulai kembali bergerak setelah sempat tertahan pada periode sebelumnya.

img_title Honda Odyssey 2004, Mengenal MPV Honda yang Jadi Basis Mobil Kontes

Namun di tengah optimisme tersebut, Toyota justru menyoroti satu hal yang selama ini jarang dibahas ketika berbicara soal pertumbuhan pasar mobil nasional. Bukan soal persaingan merek, bukan pula soal produk, melainkan kemudahan akses pembiayaan atau kredit kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, menyebut bahwa tantangan terbesar pasar otomotif saat ini ada pada sisi leasing atau pembiayaan.

img_title Gak Habis Pikir! Maling di Stasiun Rawa Buntu Gondol 4 Ban Mobil Sekaligus Peleknya

“Kalau bicara tantangan, salah satunya adalah kemudahan akses untuk pembelian. Misalnya dari sisi leasing. Itu yang mungkin masih menjadi tantangan,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kendala utama konsumen untuk membeli mobil bukan lagi pada pilihan produk atau harga semata, tetapi pada proses dan kemudahan mendapatkan persetujuan kredit.

img_title Mobil Hybrid Berpeluang Bebas Ganjil Genap, Pemerintah Siapkan Keistimewaan Baru

Padahal, secara indikator makro, kondisi ekonomi dinilai cukup mendukung. Henry mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV yang berada di atas 5 persen menjadi salah satu faktor yang membuat Toyota optimistis pasar tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, tren penjualan semester dua tahun lalu yang lebih baik dibanding semester pertama juga menjadi indikasi bahwa minat beli masyarakat mulai pulih.

“Kalau kita lihat semester dua dibanding semester satu tahun lalu, peningkatannya cukup baik. Ini indikasi bahwa market bisa lebih baik,” katanya.

Artinya, dari sisi minat dan kebutuhan, pasar sebenarnya sudah ada. Namun hambatan teknis dalam proses pembiayaan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi agar potensi tersebut bisa benar-benar terealisasi menjadi penjualan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Henry juga menyinggung bahwa isu insentif pemerintah yang masih dinantikan sejauh ini tidak menunjukkan adanya gejala penundaan pembelian dari konsumen. Pasar disebut tetap berjalan, meskipun belum ada kepastian soal kebijakan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, Toyota melihat peluang pasar 2026 tetap terbuka lebar. Namun untuk bisa memaksimalkan potensi itu, faktor kemudahan akses kredit dinilai menjadi kunci penting yang tidak bisa diabaikan dalam mendorong pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia.

Lepas L4 EV

Parkir di Gang Sempit Bikin Keringat Dingin, Mobil Ini Punya Cara Sendiri

Mobil sekarang makin pintar, parkir pun bisa dibantu sistem otomatis. Sebanyak 300 peserta menjajal teknologi mobil China, dari handling sampai fitur parkir jarak jauh.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut