Mitsubishi Xforce Punya “Insting” Hindari Tabrakan, Begini Cara Kerjanya
- VIVA/Yunisa Herawati
Rifat menambahkan, FCM memiliki karakter berbeda dibandingkan Adaptive Cruise Control. “Kalau FCM itu non-cancel feature. Jadi, dia akan selalu aktif di mana-mana,” kata dia.
Artinya, sistem ini bekerja sebagai lapisan perlindungan tambahan yang siaga setiap saat.
Keberadaan FCM sangat membantu dalam berbagai situasi berkendara, seperti kemacetan stop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak antar kendaraan yang rapat, hingga kondisi pengemudi yang kurang responsif akibat kelelahan. Dengan bantuan sistem ini, potensi kecelakaan akibat keterlambatan reaksi bisa diminimalkan.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa FCM tetap memiliki batasan. Sistem ini bekerja optimal pada kondisi tertentu dan bisa dipengaruhi faktor eksternal seperti hujan deras, kabut, atau sensor yang kotor. Selain itu, objek kecil atau pergerakan tidak wajar juga bisa memengaruhi akurasi deteksi.
Dengan demikian, kehadiran Forward Collision Mitigation pada Mitsubishi Xforce bukan untuk menggantikan peran pengemudi, melainkan sebagai pendukung keselamatan. Kombinasi antara teknologi canggih dan kewaspadaan tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Sebagai informasi Mitsubishi Xforce Ultimate DS dijual dengan harga Rp432 juta on the road Jakarta.