Mobil Listrik Eropa Tak Semua Mahal, Ini Daftar Harganya

Mobil Listrik Mercedes-Benz EQS resmi dijual di Indonesia
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Thoifur

Jakarta, VIVA – Pasar mobil listrik di Indonesia saat ini memang didominasi merek asal China dengan harga yang relatif terjangkau. Namun di sisi lain, pabrikan Eropa juga mulai menghadirkan kendaraan listrik, meski dengan pendekatan yang berbeda.

img_title Punya STNK dan BPKB, Mobil dan Motor Bisa Jadi Bodong karena Hal Ini

Jika mobil listrik China bermain di volume dan harga, mobil listrik Eropa justru fokus pada segmen premium dengan teknologi tinggi dan kualitas yang lebih eksklusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayoritas Bermain di Harga Miliaran

img_title Xpeng X9 Hantam Pohon dan Tiang Sampai Rusak Parah, Airbag Tak Mengembang

Dari penelusuran VIVA Otomotif Kamis 26 Maret 2026, mobil listrik Eropa yang dijual di Indonesia saat ini sebagian besar berasal dari merek premium seperti BMW dan Mercedes-Benz. Kedua brand ini langsung menyasar konsumen kelas atas dengan banderol yang tidak main-main.

BMW i4 misalnya, dijual di kisaran Rp1,8 miliaran sebagai sedan listrik yang mengedepankan performa dan kenyamanan. Sementara itu, SUV listrik BMW iX berada di rentang Rp2,5 miliar hingga Rp2,6 miliaran.

img_title Mobil Murah Mulai Ditinggalkan? Ini Nasib Penjualan LCGC di Indonesia

Dari kubu Mercedes-Benz, EQE hadir sebagai sedan listrik mewah dengan harga sekitar Rp2,4 miliaran. Bahkan untuk kelas tertinggi, BMW i7 sudah menyentuh angka Rp3 miliaran lebih, menjadikannya salah satu mobil listrik paling mahal di Indonesia.

Mulai Turun ke Segmen Menengah

Meski identik dengan harga tinggi, beberapa mobil listrik Eropa mulai mencoba masuk ke segmen yang lebih terjangkau.

Citroen e-C3 menjadi salah satu contoh dengan harga sekitar Rp370 jutaan. Selain itu, MG 4 EV dan MG ZS EV juga hadir di kisaran Rp400 jutaan, sehingga membuka pilihan lebih luas bagi konsumen.

Namun perlu dicatat, meski memiliki identitas dan sejarah sebagai merek Inggris, MG alias Morris Garage saat ini berada di bawah naungan perusahaan China, yakni SAIC Motor.  Artinya, secara teknologi, produksi, hingga strategi bisnis, MG sudah menjadi bagian dari industri otomotif China meski tetap membawa DNA Eropa dari sisi branding.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rasa Berkendara

Dibandingkan mobil listrik China, mobil listrik Eropa umumnya menawarkan karakter berkendara yang berbeda. Handling yang lebih presisi, kestabilan di kecepatan tinggi, serta kualitas material kabin menjadi keunggulan utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut