Bukan Cuma Kompetitor, Perang Harga Sendiri Bikin BYD Terluka
- EV Magazine
Meski pasar domestik penuh tekanan, ekspansi global justru menjadi titik terang. Penjualan ekspor BYD untuk kendaraan NEV menembus angka 1,05 juta unit pada 2025, meningkat sekitar 1,4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menegaskan bahwa pasar luar negeri kini menjadi sumber pertumbuhan baru.
Ke depan, BYD menargetkan ekspor mencapai 1,3 juta unit pada 2026, atau naik sekitar 24 persen. Strategi ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang semakin jenuh dan kompetitif.
Di sisi lain, investasi pada teknologi tetap menjadi fokus utama. Sepanjang 2025, BYD menggelontorkan dana riset dan pengembangan sebesar 63,4 miliar yuan, naik 17 persen secara tahunan. Inovasi yang dikembangkan antara lain generasi kedua Blade Battery serta teknologi pengisian cepat yang mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
Untuk mendukung teknologi tersebut, BYD juga berencana membangun hingga 20.000 stasiun pengisian cepat di Tiongkok sampai 2026.
Dengan strategi ekspansi global dan inovasi teknologi yang terus berjalan, BYD berupaya menjaga momentum di tengah tekanan industri. Meski margin tergerus dalam jangka pendek, langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi perusahaan dalam era elektrifikasi otomotif yang semakin kompetitif.