Risiko Tinggi di Jalan, Lalamove Bekali Pelindung buat Driver

Kerja sama Lalamove dan Tokio Marine
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Jakarta, VIVA – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Data Korlantas Polri mencatat, sepanjang 2025 terjadi lebih dari 141 ribu kasus kecelakaan, dengan kendaraan roda dua mendominasi sekitar 68 hingga 72 persen.

img_title KPK Bongkar Duit Panas Korupsi Jalan Sumut, Satu Tersangka Ada yang Kantongi Rp3,49 M

Kondisi ini turut berdampak pada profesi pengemudi layanan berbasis aplikasi yang setiap hari berada di jalan. Jam kerja panjang dan padatnya lalu lintas membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut mendorong pentingnya perlindungan tambahan bagi pengemudi maupun penumpang. Tidak hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga perlindungan finansial jika terjadi risiko di perjalanan.

img_title Pelajar 14 Tahun Tewas Ditabrak Pajero di Mampang, Avanza Parkir dan Hyundai Ikut Tertabrak

Melihat kondisi itu, Lalamove menghadirkan perlindungan bagi mitra pengemudi dan pengguna. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan Qoala.

Perlindungan yang diberikan berupa Group Personal Accident yang mencakup berbagai risiko selama perjalanan dan pengantaran. Skema ini dapat dimanfaatkan oleh mitra pengemudi maupun pengguna layanan Lalamove Ride.

img_title Karhutla di Barito Kuala Makin Mengkhawatirkan! Dekati Jalan Utama di Kalsel dan Udara Masuk Zona Berbahaya

Manfaat perlindungan mencakup kecelakaan yang membutuhkan penanganan medis hingga risiko fatal. Nilai pertanggungan yang diberikan mencapai hingga Rp50 juta sesuai ketentuan polis.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, mengatakan bahwa kebutuhan akan rasa aman kini menjadi semakin penting dalam layanan berbasis digital.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan pengantaran dan mobilitas, kami memahami bahwa pengguna dan mitra pengemudi tidak hanya mengharapkan kecepatan dan kemudahan, tetapi juga rasa aman yang lebih besar,” ujarnya, dikutip Selasa 21 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan mulai menjadi perhatian utama dalam industri transportasi berbasis aplikasi. Tidak hanya soal kecepatan layanan, tetapi juga perlindungan bagi seluruh ekosistem.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kebutuhan akan perlindungan di jalan diperkirakan akan terus bertambah. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri untuk menghadirkan layanan yang lebih aman.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan

Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Sepanjang 2.300 Km di Kalimantan Dikebut, Target Selesai 2028

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan dengan Malaysia sepanjang sekitar 2.300 kilometer yang melintasi 3 provinsi

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut