Pabrikan Mobil Besar Mulai Kurangi Karyawan

Pabrik General Motors di Amerika Serikat.
Sumber :
  • iStock.

Detroit, VIVA – Industri otomotif global sedang mengalami perubahan besar. Jika dahulu persaingan lebih banyak berkutat pada performa mesin, desain mobil, atau efisiensi bahan bakar, kini arah perkembangan mulai bergeser menuju teknologi digital, kendaraan listrik, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

img_title Pembangunan Pusat Data AI Dihentikan, KDM Sebut Langkah Tegas Penegakan Aturan

Perubahan tersebut ternyata tidak hanya memengaruhi produk yang dijual ke konsumen, tetapi juga mulai berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja di industri otomotif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari Jalopnik, Rabu 20 Mei 2026, tiga raksasa otomotif asal Amerika Serikat, yakni Ford, General Motors, dan Stellantis dilaporkan melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam beberapa tahun terakhir.

img_title Syahganda Langsung Bicara Perang Narasi setelah Dilantik Prabowo, Sorot Masalah Algoritma dan AI

Berdasarkan berbagai laporan industri, total pengurangan tenaga kerja dari ketiga perusahaan itu mencapai lebih dari 20 ribu posisi pekerjaan kantoran dibandingkan jumlah tenaga kerja pada periode puncak dalam dekade ini.

General Motors disebut menjadi perusahaan dengan pengurangan terbesar. Pabrikan tersebut dilaporkan memangkas sekitar 11 ribu posisi pekerjaan sejak 2022.

img_title Syahganda Nainggolan Bawa Pemikiran Yuval Noah Harari untuk Sampaikan Pikiran Prabowo, Ini Arah Narasi Istana

Posisi yang terdampak mencakup berbagai bidang seperti administrasi kantor, teknologi informasi, keuangan, hingga pengembangan perangkat lunak.

Fenomena ini terjadi seiring perubahan arah industri otomotif modern. Saat ini produsen mobil global berlomba mengembangkan kendaraan listrik, teknologi otonom, hingga mobil berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicle.

Kecerdasan buatan juga mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan industri. Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, analisis data, pengembangan perangkat lunak, hingga layanan digital kendaraan.

CEO Ford Motor Company, Jim Farley, bahkan pernah menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan AI akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif juga mulai meningkatkan perekrutan tenaga kerja dengan kemampuan baru yang berkaitan dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi industri otomotif tidak hanya mengubah kendaraan yang digunakan masyarakat, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan di dalam perusahaan.

Suzuki Jimny Heritage

Suzuki Jimny Edisi Terbatas Kembali, Harganya Tembus Rp400 Jutaan

Suzuki Jimny Heritage kembali dijual di Australia sebagai edisi terbatas. Hanya 300 unit diproduksi, kali ini tersedia dengan transmisi otomatis dan sejumlah fitur khusus

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut